1 Jawaban Dokter

Staff 05/10/2018
Public

Halo Sobat, terima kasih telah menggunakan layanan tanya jawab Tanya Dok 🙂

Usia berapakah sobat dan apa sobat saat ini mengalami keputihan? Saya terangkan sedikit tentang keputihan ya.
Keputihan umumnya terjadi pada setiap wanita. Keputihan yang normal (fisiologis) terjadi saat masa menyusui, hamil, ovulasi (masa subur), atau saat terangsang secara seksual. Keputihan normal juga dapat di sebabkan oleh hormonal atau stres psikologis dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

•    Cairan keputihan jernih, bening, tidak kental

•    Jumlah sedikit

•    Tidak berbau

•    Tidak disertai gatal dan nyeri.

Jika tidak memenuhi ciri di atas atau pada kasus dimana keputihan semula normal atau fisiologis namun tidak mendapatkan perawatan adekuat seperti hygiene yang kurang dan atau daya tahan tubuh yang sedang turun maka mungkin sekali keputihan yang tadinya fisiologis berkembang menjadi keputihan yang tidak normal (patologis).

Beberapa penyebab keputihan patologis adalah : 

•    Bakterial vaginosis.

Yaitu keputihan yang disebabkan karena ketidakseimbangan jumlah bakteri normal pada vagina. Keputihan berwarna putih hingga abu-abu, berbau amis, namun tidak disertai rasa gatal atau iritasi. Infeksi diobati dengan antibiotik

•    Trikomoniasis.

Yaitu keputihan akibat infeksi parasit Trichomonas. Lendir akibat infeksi biasanya berjumlah banyak, berwarna kuning-kehijauan, berbau amis, dan disertai perih/gatal di sekitar area kewanitaan. Infeksi ini juga diobati dengan antibiotik

•    Kandidiasis.

Yaitu keputihan karena infeksi jamur Candida, menyebabkan munculnya lendir cair berwarna putih seperti susu kental, tanpa bau, dan di sertai gatal di sekitar vagina. Pengobatannya dengan antijamur

Berikut beberapa langkah yang dapat sobat lakukan untuk menjaga kebersihan alat kelamin : 

•    Hindari membersihkan vagina dengan bahan kimia termasuk sabun pencuci vagina karena akan menyebabkan PH normal vagina terganggu dan merusak bakteri baik vagina.

•    Gunakan celana dalam berbahan katun •    Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat

•    Mengganti celana dalam sesegera mungkin jika sudah basah

•    Hindari mandi dengan air yang terlalu panas

•    Hindari pemakaian pantyliner, atau pembalut beraroma

•    Bersihkan dan keringkan organ intim setiap kali sesudah mandi atau ke toilet dan setelah berhubungan intim

•    Biasakan membasuh organ intim dari arah depan ke belakang

•    Mengganti pembalut setiap 3-4 jam saat menstruasi

•   Kelola daya tahan tubuh (aktifitas padat, kecapean sangat berperan dalam masuknya infeksi contoh jamur, bakteri dan virus. Sehingga sobat jang lupa untuk minum air putih yang cukup dan konsumsi vitamin C, untuk daya tahan tubuh agar dapat meningkat, contoh : buah buahan secara teratur namun jika buah-buahan saja di khawatirkan penyerapan dan kebutuhan vitamin c sobat masih kurang untuk menjaga daya tahan tubuh sobat dengan aktifitas yang banyak yang sobat lakukan sehingga sobat dapat menambah asupan vitamin C dari suplemen, contoh : Ester C tablet merk Holisti Care (dijual bebas, tidak mempengaruhi lambung) 1 tablet sehari  atau suplemen vitamin yang sobat cocok lainnya. Konsumsi teratur setiap hari.

Semoga bermanfaat  🙂

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.