2 answer

Berdasarkan panduan WHO dan UNICEF, varian MPASI perdana yang disarankan adalah sesuai dengan makanan pokok, dalam hal ini bagi kita yang tinggal di Indonesia, dapat berupa serealia (beras, gandum, jagung), umbi (ubi, singkong, kentang), dan dapat juga berupa pisang.
Bahan makanan pokok merupakan sumber utama karbohidrat, oleh karena itu perlu dikombinasi dengan bahan makanan lain untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Setelah pengenalan MPASI perdana, variasi makanan ditingkatkan bertahap dan bayi diperkenalkan dengan bahan makanan lain yang mengandung protein, vitamin dan mineral.
Variasi MPASI yang diberikan dapat mengikuti panduan MPASI 4 bintang dan disesuaikan keadaan setiap keluarga, kebutuhan khusus anak (bila ada,misalnya alergi), dan ketersediaan sumber bahan makanan yang ada dengan tetap memperhatikan kecukupan gizi bayi dan anak.
Panduan menurut usia:
usia 6 bulan:
makanan lumat (bubur saring, puree, makanan yang dihaluskan). 2 – 3 kali sehari MPASI tunggal 2-3 sendok makan sekali makan.
usia 6-9 bulan:
tekstur semakin ditingkatkan menjadi makin kental/lebih kasar, usia 8 bulan bayi sudah dapat diperkenalkan dengan finger food / makanan yang dapat dipegang dengan tangan. 3 kali makanan utama dan snack seperti biskuit atau buah matang 1 – 2 kali sehari. MPASI ditingkatkan bertahap hingga 1/2 cangkir (125ml).
usia 9-12 bulan:
finger food, makanan yang dicincang, dan makanan yang diiris, contohnya nasi tim, sayur dan lauk cincang/ iris kecil. makanan utama diberikan 3 – 4 kali sehari ditambah dengan snack 1 – 2 kali sehari. porsi 1/2cangkir (125ml) 
usia 12-24 bulan:
usia 12 bulan seharusnya sudah mampu makan sesuai dengan makanan keluarga, yaitu makanan yang di cincang kasar, diiris, dan dipegang dengan tangan. makanan utama diberikan 3 – 4 kali sehari ditambah dengan snack 1 – 2 kali sehari. porsi 1 cangkir (250ml)
 

#1

Berdasarkan panduan WHO dan UNICEF, varian MPASI perdana yang disarankan adalah sesuai dengan makanan pokok, dalam hal ini bagi kita yang tinggal di Indonesia, dapat berupa serealia (beras, gandum, jagung), umbi (ubi, singkong, kentang), dan dapat juga berupa pisang.
Bahan makanan pokok merupakan sumber utama karbohidrat, oleh karena itu perlu dikombinasi dengan bahan makanan lain untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Setelah pengenalan MPASI perdana, variasi makanan ditingkatkan bertahap dan bayi diperkenalkan dengan bahan makanan lain yang mengandung protein, vitamin dan mineral.
Variasi MPASI yang diberikan dapat mengikuti panduan MPASI 4 bintang dan disesuaikan keadaan setiap keluarga, kebutuhan khusus anak (bila ada,misalnya alergi), dan ketersediaan sumber bahan makanan yang ada dengan tetap memperhatikan kecukupan gizi bayi dan anak.
Panduan menurut usia:
usia 6 bulan:
makanan lumat (bubur saring, puree, makanan yang dihaluskan). 2 – 3 kali sehari MPASI tunggal 2-3 sendok makan sekali makan.
usia 6-9 bulan:
tekstur semakin ditingkatkan menjadi makin kental/lebih kasar, usia 8 bulan bayi sudah dapat diperkenalkan dengan finger food / makanan yang dapat dipegang dengan tangan. 3 kali makanan utama dan snack seperti biskuit atau buah matang 1 – 2 kali sehari. MPASI ditingkatkan bertahap hingga 1/2 cangkir (125ml).
usia 9-12 bulan:
finger food, makanan yang dicincang, dan makanan yang diiris, contohnya nasi tim, sayur dan lauk cincang/ iris kecil. makanan utama diberikan 3 – 4 kali sehari ditambah dengan snack 1 – 2 kali sehari. porsi 1/2cangkir (125ml) 
usia 12-24 bulan:
usia 12 bulan seharusnya sudah mampu makan sesuai dengan makanan keluarga, yaitu makanan yang di cincang kasar, diiris, dan dipegang dengan tangan. makanan utama diberikan 3 – 4 kali sehari ditambah dengan snack 1 – 2 kali sehari. porsi 1 cangkir (250ml)
 

#2
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.