Bagaimana cara mengatasi haid yang tidak lancar dan sangat nyeri

salam dok, saya perempuan berusia 20 tahun, saya mengalami haid tidak teratur, pernah jarak haid/siklus haid 40 hari, 58 hari, bahkan 85 hari. selain itu, ketika haid perut bagian bawah sangat sakit dan nyeri sekali, bahkan membuat saya sampai absen dari kegiatan sehari-hari. hal tersebut penyebabnya apa ya dok? dan terkena penyakit apa? lalu bagaimana cara mengatasinya? terimakasih

1 Jawaban Dokter

Staff 19/07/2018
Public

Selamat pagi.
Berikut beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan haid atau menstruasi tidak teratur:

  • Pola menstruasi memang belum teratur hingga sekitar 5 – 6 tahun sejak menstruasi pertama kali
  • Asupan nutrisi yang kurang atau diet yang ekstrim
  • Penurunan berat badan yang drastis
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Aktivitas fisik yang berlebihan
  • Stres psikologis
  • Gangguan pada organ reproduksi

Jika saat ini belum lebih dari 6 tahun sejak Anda menstruasi pertama kali, maka Anda tidak perlu khawatir karena hal ini wajar terjadi. Namun jika saat ini sudah lebih dari 6 tahun sejak Anda pertama kali menstruasi, maka berkonsultasilah dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan apabila keluhan Anda telah berlangsung lebih dari 3 bulan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik langsung dan pemeriksaan lanjut apabila diperlukan, untuk mengetahui penyebab keluhan Anda dan memulai terapi dengan segera.
Keluhan nyeri haid dikenal dengan istilah medis dismenorea atau nyeri yang berhubungan dengan menstruasi. Terdapat dua jenis dismenorea, yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder.
Dismenorea primer adalah nyeri saat menstruasi yang disebabkan oleh hormon prostaglandin yang diproduksi oleh lapisan rahim. Nyeri biasanya muncul sebelum menstruasi dimulai, memuncak pada hari pertama menstruasi, dan berkurang pada hari menstruasi berikutnya. Dismenorea primer dapat dialami sejak menstruasi pertama kali, atau ketika bertambah dewasa, dan biasanya akan berkurang setelah melahirkan.
Sedangkan dismenorea sekunder adalah nyeri menstruasi yang diakibatkan oleh gangguan organ reproduksi. Nyeri dapat mulai dirasakan pasien beberapa hari sebelum menstruasi dimulai, bertambah nyeri saat menstruasi, dan tidak segera hilang setelah menstruasi selesai. Biasanya pasien mulai mengalami dismenorea sekunder setelah usia dewasa, dan semakin bertambah nyeri dari waktu ke waktu.
Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan dismenorea sekunder adalah endometriosis (terdapat lapisan rahim di luar organ rahim, misalnya pada sel telur, tuba falopii, atau kandung kemih, yang akan ikut meluruh saat proses menstruasi dan menyebabkan perlukaan serta perlengketan pada lokasi endometriosis), adenomiosis (terdapat lapisan rahim pada otot rahim, yang normalnya tidak ada), dan fibroid (tumor pada rahim, di luar rahim, atau di dalam dinding rahim).
Untuk membantu mengatasi nyeri menstruasi, Anda dapat melakukan hal berikut:

  • mengkonsumsi obat penghilang nyeri yang dijual bebas tanpa resep dokter seperti misalnya Parasetamol¬†jika nyeri sangat mengganggu
  • pola makan sehat dan teratur
  • olahraga yang menenangkan seperti yoga dan pilates
  • istirahat cukup setiap harinya (7-9 jam per hari)

Jika keluhan masih dirasakan mengganggu, sebaiknya Anda berkonsultasi juga mengenai hal ini dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan, agar dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti USG, menemukan penyebab dismenorea, dan segera memberikan terapi yang tepat untuk menangani kondisi Anda sesuai dengan penyebabnya.
Semoga dapat membantu.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.