1 Jawaban Dokter

Staff 13/07/2018
Public

Selamat Siang Bunda,
Terima Kasih telah menggunakan layanan tanya jawab Tanya Dok 🙂
Alergi susu sapi dan intoleransi laktosa mempunyai ciri yang hampir sama, yakni diare bila mengkonsumsi susu sapi. penyebab alergi susu sapi adalah protein dari susu sapi, sementara intoleransi laktosa karena masalah enzim laktase untuk mencerna laktosa (sumber karbohidrat atau sumber gula atau sumber energi).

Kejadian alergi susu sapi tidak langsung tampak setelah anak minum susu. Setelah berkali-kali mengonsumsi susu sapi tak ada masalah, hingga pada suatu waktu susu sapi membuat anak mengalami diare. Ciri lain alergi susu muncul kemerahan atau rasa gatal atau dapat juga mengenai saluran pernafasan seperti batuk dan pilek setelah minum susu sapi.

Sedangkan pada kasus intoleransi laktosa, diare terjadi langsung setelah anak mengonsumsi susu. Karena memang pada tubuh anak tidak ada/kekurangan enzim laktase yang mencerna laktosanya. Berikut penjelasan kandungan komposisi ASI dan susu formula.

Kandungan Komposisi ASI atau susu formula pada anak :
1. Karbohidrat
Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI dan berfungsi sebagai salah satu sumber energi. 

Intoleransi laktosa adalah suatu keadaan dimana tubuh seseorang tidak dapat memproduksi laktase (enzim untuk mencerna laktosa menjadi glukosa dan galaktosa). Sehingga produksi enzim laktase menjadi berkurang.

Kekurangan enzim laktase membuat tubuh tidak mampu mencerna gula pada susu (laktosa). Laktosa yang tidak tercerna dalam tubuh mengakibatkan produksi gas dalam jumlah besar sehingga menyebabkan penyakit seperti diare, kembung dan sakit perut. Intoleransi laktosa tidak menimbulkan banyak gejala pada tubuh anak, hanya berdampak pada saluran pencernaan.
 
2. Protein
Kandungan protein ASI berbeda dengan protein yang terdapat dalam susu sapi. Protein dalam ASI dan susu sapi terdiri dari protein whey dan Casein. Protein dalam ASI lebih banyak terdiri dari protein whey yang lebih mudah diserap oleh usus bayi, sedangkan susu sapi lebih banyak mengandung protein Casein yang lebih sulit dicerna oleh usus bayi. Jumlah protein Casein yang terdapat dalam ASI hanya 30% dibanding susu sapi yang mengandung protein ini dalam jumlah tinggi (80%). Disamping itu, beta laktoglobulin yaitu fraksi dari protein whey yang banyak terdapat di protein susu sapi tidak terdapat dalam ASI. Beta laktoglobulin ini merupakan jenis protein yang potensial menyebabkan alergi. 

Anak-anak yang menderita alergi susu sapi umumnya akan diberikan susu pengganti dimana protein dari susu sapi tersebut sudah di hidrolisa (protein susu sapi tersebut sudah dipecah menjadi partikel-partikel kecil atau partial hydrolize). Susunya untuk pencegahan agar tidak terkena alegi susu sapi dikenal dengan istilah susu yang hypollergenic atau biasa ditulis pada kemasannya yaitu HA.

Bila pemberian susu yang sudah dihidrolisa ini tetap memicu alergi anak, alternatifnya adalah susu extensive hydrolyzed (susu dimana proteinnya dipecah lagi menjadi partikel yang lebih kecil lagi). Contoh : nutramigen, pregestemil.

Jika masih alergi, mau tak mau anak harus mengonsumsi susu asam amino (protein dibuat menjadi bagian yang paling kecil yang disebut asam amino) yang harganya relatif mahal. Contoh : susu merk neocate.

3. Lemak
4. Vitamin
5. Mineral

Jadi terlihat jelas dari penjelasan di atas bahwa susu NAN HA dan susu NAN PH pro merupakan susu protein allergenic di peruntukan untuk pencegahan alergi susu sapi bukan merupakan susu dengan kadar laktosa yang rendah ataupun bebas laktosa atau untuk penderita intoleransi laktosa.

Berikut beberapa susu dengan kadar laktosa rendah sampai dengan bebas laktosa :
1. NESTLE NAN Lactose-Free
2. Bebelac Free Laktosa
3. SGM LLM
4. Enfamil A+ Lactofree

Apabila tidak menemukan susu rendah laktosa, Anda dapat memberikan susu kedelai atau susu formula soya. Susu formula soya adalah susu formula khusus yang mengandung bahan dasar kedelai sebagai pengganti susu sapi. Beberapa susu kedelai atau susu formula soya tidak mengandung laktosa tetapi mengandung sukrosa dan sirup jagung yang mudah dicerna, sehingga aman untuk anak.
 
Semoga bermanfaat dan Semoga Bunda dan keluarga selalu dalam keadaan Sehat ya 🙂

#1
  1. Baik dok.. terimakasih untuk penjelasan dan sarannya.. sangat membantu memecahkan kebuntuan saya.. trimakasih dokter
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.