Bagaimana cara mengatasi anak susah minum sufor soya?

anak saya berumur 2 bulan 17 hari dengan BB 5,5 kg. sejak lahir dia d fonis kena alergi.. sejak lahir anak saya klo nangis ada suara grok2nya.. grok2nya keluar waktu dia nangis saja itupun jarang. saya bingung soalnya produksi asi ku tidak lancar jdi ak bantu pakai sufor soya. sejak habis iminisasi dia klo minum sufor d buang2, kadang tidak di minum. kemaren sempat ak coba pakai susu NAN phpro, ak seneng soalnya dia suka, tp lama kelamaan kentut dia jdi bau dan bab nya berwarna hijau seperti jus alpukat yg kental serta bau yg sangat gak enak.. jdi skrang ak balik lgi pakai sufor soya tp ttap susah minumnya… bagaimana mengatasi bayi yg susah minum sufor soya? apa ak ganti dengan sufor soya yg lainnya? kalaupun ganti sufor soya yg cocok atau yg enak apa ya? mohon sarannya dan terimakasih atas jawaban yg di berikan.

1 Jawaban Dokter

Staff 08/06/2018
Public

Selamat Siang Bunda 
Terima kasih telah menggunakan layanan tanya jawab Tanya Dok 🙂
ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi. Namun ada kalanya  pemberian ASI eksklusif tidak dapat terlaksana sehingga terpaksa dilakukan pemberian susu formula. Sekitar 3-4 % bayi dicatat mengalami kejadian Alergi Susu Sapi (ASS), sebagian besar di alami bayi di bawah umur 1 tahun.
ASS umumnya menimbulkan gejala saluran cerna berupa muntah, keram perut, kolik, atau diare. Diare dapat disertai darah karena adanya reaksi peradangan yang berat di usus/rektum. Selain itu, ASS dapat menimbulkan gejala di kulit (seperti ruam) dan di saluran napas (pilek alergi atau napas grok – grok). 
Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) beberapa macam Susu pilihan untuk anak atau bayi alergi Susu Sapi :

  1. Susu formula hidrolisat ekstensif. Pada susu ini, protein susu sapi terdapat dalam bentuk yang telah dipecah menjadi komponen yang lebih kecil. Sebagian besar bayi dan anak ASS dapat mentoleransi susu jenis ini dengan baik. Contoh merk susu yang termasuk jenis ini misalnya Nutramigen®, Pregestimil®, dan Pepti-Yunior®.  
  2. Formula asam amino. Formula yang mengandung asam amino bebas (bentuk paling sederhana dari protein) sebagai sumber nitrogen ini merupakan pilihan terbaik untuk bayi dengan ASS, terutama pada ASS berat. dianggap sebagai pengobatan pilihan pertama untuk ASS. Contoh susu merk ini misalnya Neocate®. 
  3. Formula kedelai (soya). Formula ini menggunakan kedelai sebagai sumber protein untuk mengganti komponen susu sapi. Meskipun tidak mengandung susu sapi, namun terkadang dapat terjadi reaksi silang antara protein susu sapi dengan protein kedelai, sehingga 10 – 14% bayi ASS dapat mengalami reaksi alergi dengan penggunaan susu ini. Formula kedelai tidak di anjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan. Formula ini dapat di pertimbangkan pada bayi dengan keadaan khusus, misalnya masalah ekonomi keluarga, bayi tidak dapat mentoleransi susu formula jenis lain, atau adanya preferensi khusus (pola makan vegetarian). 
  4. Susu formula hidrolisat parsial tidak di anjurkan untuk bayi ASS. Contoh merk adalah : NAN HA, ENFA HA, Nutrilion HA. Kenapa tidak di anjurkan, karena susu hidrolisat parsial di peruntukan untuk mencegah Alergi Susu Sapi, bukan untuk bayi atau anak yang sudah mengalami ASS. Pencegahan alergi artinya bayi yang sudah terpapar protein susu sapi tapi belum mengalami manifestasi alergi kembali di beri ASI atau ganti mengonsumsi susu hipoalergenik. Di usia batita, anak perlu diperkenalkan dengan susu sapi agar sistem metabolisme tubuhnya mengenal protein susu sapi dan secara perlahan toleran terhadap susu sapi formula biasa. Jadi bisa di katakan Minum Susu jenis Hidrolisat Parsial bukan berati alergi susu sapi. Karena adalah untuk tindakan mencegah ASS bukan untuk susu yang dianjurkan untuk ASS.

Dengan penjelasan di atas bunda dapat memberi susu alternatif yaitu soya dengan berbagai merk, bunda bisa mencoba merk soya apa yang bayi suka, atau dapat pilihan lainnya yaitu susu hidrolisat ekstensif (Pregestimil, Nutramigen, Pepti Yunior) dan susu formula asam amino (Neocate)
Durasi penggunaan susu formula alternatif bergantung pada keparahan gejala, usia.
Sebagian besar bayi dan anak ASS akan sembuh atau toleran terhadap susu sapi saat usia balita. Sebesar 50% bayi ASS akan sembuh pada usia 1 tahun, >75% sembuh pada usia 3 tahun, dan >90% sembuh pada usia 6 tahun. di ambil dari artikel pada acara Symposium A New Concept in Pediatric Clinical Practice di Jakarta, 14 – 15 Februari 2016.
Demikian semoga bermanfaat dan Semoga Bunda, bayi dan keluarga selalu dalam keadaan Sehat. Salam Sehat 🙂
 

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.