Gatal-gatal pada anak usia 5 bulan

Anak sy minum formula skr berumur 5 bulan awalnya dia waktu berumur 3 bulan dia mengalami merah-merah diseluruh badan dn muka akhirnya sy ganti formulanya eh merah-merahnya hilang tp skr kok keluar bintik2 merah kyak biang keringat dn kulitnya kasar, apakah anak sy alergi susu ya dok?? Dn mohon saran utk hrs memakai formula apa ya?? Terima kasih

2 answer

Staff 24/05/2018
Public

Selamat Siang Bunda,

ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi. Namun ada kalanya  pemberian ASI eksklusif tidak dapat terlaksana sehingga terpaksa dilakukan pemberian susu formula.

Saya ingin menanyakan apakah bunda juga tetap memberikan asi atau hanya susu formula saja? Jika asupan yang diberi kepada bayi hanya susu formula kemungkinan bayi bunda alergi terhadap kandungan bahan di susu tersebut, seelah penyebab lain seperti kelembaban kamar, kelembaban kulit bayi diusahakan tidak terlalu panas atau lembab sehingga dapat menyebabkan kemerahan dan biang keringat pada kulit.

Saya akan menjelaskan secara singkat alergi susu sapi. Susu sapi merupakan protein asing yang pertama kali dikenal oleh bayi yang tidak mendapat ASI. Alergi susu sapi (ASS) tidak hanya dialami oleh bayi dengan konsumsi susu formula, namun dapat juga dialami oleh bayi dengan ASI eksklusif. ASI dapat mengandung komponen protein susu sapi dari susu yang dikonsumsi ibu. Selain menimbulkan gejala saluran cerna atau kulit, ASS dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak serta dapat berlanjut menjadi alergi lain di kemudian hari.

Diagnosis dan tatalaksana ASS harus tepat untuk mencegah hal ini. Menurut penelitian angka kejadian ASS berkisar antara  3-4% bayi, yang sebagian besar dialami oleh bayi di bawah 1 tahun. 

ASS umumnya menimbulkan gejala saluran cerna berupa muntah, kolik, atau diare. Gejala di kulit, seperti ruam merah, kering, eksim, gatal dan di saluran napas, yaitu pilek, nafas grok – grok.

Diagnosis ASS dapat dibantu dengan pemeriksaan kadar IgE spesifik atau uji kulit alergi. Jika tes ini belum dapat menegakkan diagnosis ASS, perlu dilakukan uji eliminasi dan provokasi, dengan menghentikan pemberian susu sapi selama 2 minggu dan memberikan bayi susu soya atau asam amino. Setelah gejala menghilang, susu sapi dapat diberikan kembali. Jika gejala muncul kembali, maka bayi dinyatakan mengalami ASS.

Bagaimana mengatasinya?
Apabila bayi Bunda hanya mengkonsumsi ASI sebagai satu-satunya nutrisi yang masuk, maka kemungkinan Bunda yang mengkonsumsi makanan atau minuman biasanya yang mengandung protein susu sapi atau turunan nya seperti keju, atau makanan yang memicu alergi pada bayi. Bila asupan lainnya hanya susu formula, maka kemungkinan ASS sangat memungkinkan.

Menurut sumber dari Ikatan Dokter Anak Indonesia. Beberapa jenis susu formula alternatif yang tersedia sebagai pengganti antara lain :
1.  Susu formula hidrolisat ekstensif.
Pada susu ini, protein susu sapi terdapat dalam bentuk yang telah dipecah menjadi komponen yang lebih kecil. Sebagian besar bayi dan anak ASS dapat mentoleransi susu jenis ini dengan baik. Susu yang termasuk jenis ini misalnya Nutramigen®, Pregestimil®, dan Pepti-Yunior®.  Formula asam amino.
2.  Formula yang mengandung asam amino bebas (bentuk paling sederhana dari protein) sebagai sumber nitrogen ini merupakan pilihan terbaik untuk bayi dengan ASS, terutama pada ASS berat. Formula asam amino dianggap sebagai pengobatan pilihan pertama untuk ASS. Formula yang termasuk jenis ini misalnya Neocate®. 
3. Formula kedelai (soya). Formula ini menggunakan kedelai sebagai sumber protein untuk mengganti komponen susu sapi. Meskipun tidak mengandung susu sapi, namun dapat terjadi reaksi silang antara protein susu sapi dengan protein kedelai, sehingga 10 – 14% bayi ASS dapat mengalami reaksi alergi dengan penggunaan susu ini. Formula kedelai tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan. Formula ini dapat dipertimbangkan pada bayi dengan keadaan khusus, misalnya masalah ekonomi keluarga, bayi tidak dapat mentoleransi susu formula jenis lain, atau adanya preferensi khusus (pola makan vegetarian).
4. Susu formula hidrolisat parsial tidak dianjurkan untuk bayi ASS. 

Sebagian besar bayi dan anak ASS akan sembuh atau toleran terhadap susu sapi saat usia balita. Sebesar 50% bayi ASS akan sembuh pada usia 1 tahun, >75% sembuh pada usia 3 tahun, dan >90% sembuh pada usia 6 tahun.

Bunda dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter spesialis Anak untuk mendapatkan diagnosis yang tepat untuk menyingkirkan penyebab penyakit lainnya.

Semoga bermanfaat dan Semoga bunda, bayi serta keluarga dalam keadaan sehat selalu 🙂

#1

kalau anak ibu alergi susu sapi, baiknya ibu mengkonsumsi susu sapi extensively hydrolysed (seperti nutr*mig*n, atau pr*gestim*l, atau p*pti jun*or) atau susu sapi yang asam amino based (seperti ne*cat*), atau susu soya. Dengan susu soya, 20% anak alergi susu sapi masih mengalami cross reaction bu.

Dan kalau ibu memberikan ASI + sufor, ibu juga harus pantang susu sapi dan semua produk yg mengandung susu sapi seperti keju, kue, roti, ice cream, coklat, pasta, susu menyusui, dll bu.

#2
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.