badan sya selalu panas tetapi tidak demam

saya merasakan panas di dalam tubuh tetapi suhu badan normal, terutama pada malam hari, pdhal ruangan memakai AC, begitu pun di kantor hanya sya yg mrasakan kepanasan,
hal tersebut sngat mengganggu sya, karena ketika smua org kedinginan dan mematikan AC sya akn mrasa menderita, begitu pun di rumah, padhl sya tidak pernah berativitas di bwah sinar matahari jarang terkena matahari , jarang berolah raga, dan selalu minum air putih banyak, untuk penyebabnya mungkin ini msalah metabolisme tetapi apakah ada solusi untuk hal ini? agar sya tidak merasa kepanasan setiap hari.. thank you yaa.

1 Jawaban Dokter

Staff 17/05/2018
Public

Selamat Siang Sobat,
Terima Kasih telah mengunakan layanan Tanya Jawab Tanya Dok 🙂
Apakah hal tersebut berlangsung setiap hari sejak lama, apa sobat sedang mengalami infeksi di organ lain yang tidak terlihat seperti gigi, sinus, infeksi pada hati (hepatitis) dll, apa ada gejala lain seperti badan gemetar, apakah sobat wanita terkait dengan hormon seperti masa subur, dan manapouse?
Bila sobat tidak mengalami hal seperti yang disebutkan diatas dan sudah mengukur suhu badan dengan hasil normal antara 36,5 – 37,4 C, kemungkinan besar Perasaan panas dalam tubuh yang sobat rasakan berbeda dari individu lain di sebabkan karena perbedaan laju metabolisme tubuh sobat.
Berikut, hal – hal lain yang mempengaruhi suhu tubuh manusia adalah;

  1. Kecepatan metabolisme basal. Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda sehingga memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda.
  2. Radang di suatu organ dalam tubuh dan Demam. Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C.
  3. Hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya, produksi panas tubuh juga meningkat.
  4. Hormone tiroid. Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme.
  5. Hormon kelamin. Hormon kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 10-15% kecepatan normal, menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada perempuan, fluktuasi suhu lebih bervariasi dari laki laki dan pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3 – 0,6°C di atas suhu basal.
  6. Status gizi rendah dan malnutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). 
  7. Aktivitas. Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme, mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38,3 – 40,0 °C.
  8. Gangguan organ. Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus, dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu.
  9. Lingkungan. Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.

Tips yang mungkin dapat membantu :

  • Minum air putih yang cukup, hindari stres dan kelelahan fisik
  • Istirahat cukup setiap hari, tidur sekurangnya 7 jam sehari
  • Berolah raga teratur, dan menerapkan pola hidup sehat, makan makanan gizi seimbang

Semoga dapat bermanfaat dan Semoga sobat selalu dalam keadaan sehat, Salam Sehat 🙂

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.