sulit konsentrasi dan suka mengoceh

Dok, anak sy laki2 usia 4th 6bln. saat ini belum bisa berbicara lancar. hanya menguasai beberapa kosa-kata. tapi bila kita menyebutkan dan memintanya mengulang, ia mau. suka sekali menyoceh, melompat2, jika diajarkan sesuatu seperti menulis, ia susah konsentrasi(lihat kertas sebentar kemudian perhatikan yg lain) dan menggerakkan jariny disertai ocehan. jika sedang tenang, ia suka duduk seperti sedang melamun(setelah therapy). kurang bisa bersosialisasi. sejak bayi sy sering berikan lagu2 bahasa ingrs lwt tablet. jarang keluar rumah dan dirumah hanya berdua.
sy bw ke tmpt therapy, mereka blg kemungkinan anak sy ADHD.
di usia 2th 4 bln anak sy sudah bisa menyusun huruf a-k. menyebutkan 1-10 dlm b.ing. namun sejak sy mulai berikan therapi sy rs anak sy tdk secerdas dl. seperti takut2 ingin mengerjakan sesuatu dan jdny malah pasif. dulunya anak sy lasak dan tidak bisa ddk diam.
positif yg sy dpt setelah therapi, anak sy lbh tenang. lbh nurut. tp jk dibandingkan dgn ank seusiany sy malah rs anak sy kehilangan masa kecil. seperti sudah disetel. kurang bahagia. tidak aktif.
apakah sy harus ttp berikan therapy? anak sy masih termasuk normal atau ADHD dok?
terimakasih atas jawabannya..

1 Jawaban Dokter

Staff 08/03/2018
Public

Selamat pagi, Ibu Juwanayang.
Dari penjelasan yang Ibu berikan, anak Ibu menunjukan gejala gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas yang mengarah pada ADHD. Namun untuk dapat menegakan diagnosa, diperlukan serangkaian pemeriksaan khusus yang perlu dilakukan secara tatap muka, dan saya sarankan dilakukan oleh seorang dokter spesialis kesehatan jiwa anak.
Apabila diagnosa kerja ADHD sudah ditegakkan oleh dokter Sp.KJ namun Ibu merasakan malah membuat anak menjadi lebih pasif dan tidak secerdas dulu, Ibu perlu mengkomunikasikan hal ini pada dokter yang bersangkutan dan atau meminta second opinion dengan memeriksakan anak secara langsung pada dokter Sp.KJ lainnya. Hal ini penting karena menangani gangguan psikologis pada anak memerlukan teknik khusus yang perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
Semoga dapat membantu.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.