Diabetes Usia Dini

Selamat pagi dok,

Saya Citra umur saya 20 tahun. Ayah saya meninggal karena diabetes. Apakah kemungkinan saya juga akan terserang diabetes?.

Saya pekerja kantor yang mengharuskan saya duduk terlalu lama. Dan kebetulan berat badan saya meningkat dari 45 sekarang menjadi 51 kg. Serta saya sangat jarang olah raga, bahkan tidak pernah selama 2 tahun belakangan ini. Dan porsi jalan saya juga sedikit. Kalau untuk makanan saya biasa masak sendiri, namun saya tidak mengetahui apakah makanan saya meningkatkan resiko atau tidak.

Bagaimanakah solusi dan saran serta umur berapakah seseorang bisa terkena diabetes? Apakah diumur saya yang masih 20 tahun juga bisa terkena diabet?

Terima kasih.

1 Jawaban Dokter

Staff 08/02/2018
Public

Selamat pagi.
Diabetes melitus tipe 2 dapat terjadi pada usia berapa pun, walaupun memang sebagian besar kasus terjadi pada usia di atas 45 tahun.
Berikut beberapa faktor risiko seseorang rentan mengalami diabetes melitus (DM) tipe 2:

  • riwayat DM di dalam keluarga
  • usia di atas 45 tahun
  • kelebihan berat badan atau (indeks massa tubuh atau IMT ≥ 25 kg/m2) 
  • tekanan darah tinggi (≥ 140/90 mmHg).
  • dislipidemia (HDL < 35 mg/dl dan atau trigliserida > 250 mg/dl)
  • kurang aktivitas fisik
  • diet tidak sehat (tinggi gula, rendah serat)
  • riwayat melahirkan bayi dengan berat badan > 4 kg atau riwayat mengalami DM gestasional (diabetes melitus saat hamil)
  • riwayat polycystic ovary syndrome (PCOS)

Seseorang dengan riwayat DM pada keluarga memiliki risiko lebih tinggi mengalami DM dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat DM pada keluarganya.
Ketahui juga IMT atau indeks massa tubuh Anda. Ukur berat badan dalam kilogram (kg) dan tinggi badan dalam meter (m). Lalu masukkan hasil pengukuran dalam rumus IMT = BB / (TB x TB). Lebih mudahnya Anda bisa menggunakan kalkulator IMT online atau mengunduh aplikasi kalkulator IMT.
Dari informasi yang Anda berikan, paling tidak Anda memiliki 2 faktor risiko yaitu riwayat DM pada keluarga dan kurang aktivitas fisik. Karenanya, lakukanlah deteksi dini dengan cara berkonsultasi langsung dengan dokter dan menjalani pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan yang umum dilakukan adalah pengukuran konsentrasi glukosa (gula) darah. Diagnosis DM ditegakkan bila:

  • ada gejala klasik DM (sering kencing, sering haus, dan sering lapar), dan
  • hasil pengukuran konsentrasi glukosa darah puasa ≥126 mg/dl, atau
  • hasil pengukuran konsentrasi glukosa darah sewaktu ≥200 mg/dl

Pemeriksaan laboratorium lainnya adalah HbA1c yang mampu mendeteksi keadaan glukosa darah rata-rata selama 3 bulan.
Yang paling penting dalam mencegah dan mengatasi diabetes melitus adalah:

  • Menjaga berat badan ideal yaitu indeks massa tubuh antara 18.5 – 24.9 kg/m2
  • Rutin berolahraga
  • Pola makan sehat yaitu tinggi protein (daging ternak tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, dll), tinggi serat (buah dan sayur), rendah gula, dan rendah lemak
  • Jika telah terdiagnosa DM, rutin melakukan konsultasi dengan dokter
  • Obat hanya diberikan jika pola hidup sehat tidak berhasil mengontrol kadar gula darah

Semoga dapat membantu dan sehat selalu.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.