Batuk dan radang tenggorokan

Permisi dok. Saya perokok aktif. Sekitar 3 bulan yang lalu saya mulai berhenti merokok, tapi banyak keluhan yang saya rasakan di minggu pertama dulu seperti pusing, flu, batuk, dada sakit dan sering merasa agak susah bernafas tapi tidak sesak. Apakah itu merupakan efek sementara dari proses berhenti merokok? Lalu sekarang hidung saya sangat sensitif terhadap asap rokok/asap kendaraan dan debu, jika terkena asap atau debu saya langsung batuk2 lalu hidung saya gatal dan besoknya radang tenggorokan dan kadang bisa muncul demam ringan. Itu semua muncul jika terkena asap atau minum air dingin. Apakah itu merupakan efek berhenti merokok? Mohon jawabannya dan terima kasih.

1 Jawaban Dokter

Staff 01/02/2018
Public

Selamat pagi.
Sekitar 80−90% perokok mengalami kecanduan nikotin. Ketika ia berhenti merokok, maka tubuh akan menunjukan gejala-gejala putus nikotin seperti keinginan yang sangat kuat untuk kembali merokok, sedih, murung, mudah tersinggung, mudah marah, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, gelisah, dan lebih cepat lapar dibandingkan saat merokok.
Sering juga gejala putus nikotin muncul sebagai gejala psikosomatis (keluhan fisik yang disebabkan oleh stres psikologis) seperti yang Anda sebutkan di atas, yaitu pusing, flu, batuk, sakit dada sakit, susah bernafas, serta saluran napas menjadi lebih sensitif (mudah batuk, hidung terasa gatal, radang tenggorok, demam), atau gejala – gejala lainnya.
Pada umumnya, gejala putus nikotin sebagai efek berhenti merokok akan berangsur menghilang dalam 1-2 bulan. Pada masa-masa inilah Anda perlu meningkatkan tekad, mencari dukungan keluarga dan orang terdekat, mencari aktivitas baru di waktu senggang seperti berolahraga, menghindari hal-hal yang dapat memicu Anda kembali merokok seperti berkumpul bersama rekan kerja di luar ruangan untuk mengobrol sambil merokok, dan lain – lain.
Akan tetapi, bisa saja gejala-gejala tersebut bukan merupakan efek putus nikotin, namun merupakan gejala penyakit saluran pernapasan akibat kebiasaan merokok terdahulu seperti misalnya laringitis, bronkitis, atau gangguan saluran napas lain. 
Oleh karenanya, untuk mengetahui dengan pasti apa penyebab keluhan Anda dan bagaimana penanganan yang sesuai, Anda perlu memeriksakan diri secara langsung dengan dokter spesialis paru. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan Anda.
Semoga dapat membantu dan semakin sehat tanpa rokok.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.