1 Jawaban Dokter

MPASI diberikan sesuai dengan tahapan kemampuan perkembangan bayi, sesuai dengan kesiapan bayi menerima makanan. Tanda kesiapan bayi antara lain:
Tanda kesiapan fisik:
1. Reflex ekstrusi (menjulurkan lidah) telah sangat berkurang atau sudah menghilang.
2. Mampu menahan kepala tetap tegak.
3. Duduk tanpa / dengan sedikit bantuan dan mampu menjaga keseimbangan badan ketika tangannya meraih benda di dekatnya.
Tanda kesiapan psikologis:
1. Bayi mulai meniru apa uang dilihatnya
2. Bayi mulai mengeksplorasi sekitarnya
3. Menunjukkan ketertarikan terhadap makanan dengan berusaha meraih makanan atau membuka mulutnya
4. Menunjukkan tanda mendekatkan tubuhnya ke arah makanan bila lapar dan menjauh bila kenyang
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian mpasi pada saat bayi berusia 6 bulan atau 180 hari.
Alasan yang medasari rekomendasi ini adalah:
* ASI saja sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi.
* Cadangan nutrisi penting seperti zat besi sudah habis terpakai dan tidak bisa dipenuhi hanya dari ASI.
* Bayi memasuki fase eksplorasi terhadap lingkungan, sehingga saat ini tepat untuk memperkenalkan aneka tekstur dan rasa makanan.
* Daya tahan tubuh bayi dan saluran cerna bayi
Berdasarkan panduan WHO dan UNICEF, varian MPASI perdana yang disarankan adalah sesuai dengan makanan pokok, dalam hal ini bagi kita yang tinggal di Indonesia, dapat berupa serealia (beras, gandum, jagung), umbi (ubi, singkong, kentang), dan dapat juga berupa pisang.

Bahan makanan pokok merupakan sumber utama karbohidrat, oleh karena itu perlu dikombinasi dengan bahan makanan lain untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. variasi makanan perlu ditingkatkan dan bayi diperkenalkan dengan bahan makanan lain yang mengandung protein, lemak, vitamin dan mineral Yang berasal dari: kacang kacangan (beans), serealia, umbi umbian, kacang kacangan(nuts)+biji bijian, buah dan sayur.
perkenalkan berbagai variasi makanan pada bayi dengan tetap memperhatikan respon penerimaan bayi terhadap makanan tersebut, misal adanya perubahan konsistensi tinja menjadi keras atau lunak setelah makan makanan tertentu, reaksi alergi, dan sebagainya.
 
 

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.