Diare, perut melilit, buang air besar di sertai darah

Halo selamat malam dok. Saya wanita berumur 23 tahun.
Disini saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan.

Desember 2016 saya pernah mengalami keluhan-keluhan seperti: diare dan feses berwarna hitam, muntah-muntah, panas, perut melilit, kembung. Hal ini berlangsung sekitar 3-5 hari, (muntah-muntah, panas, perut melilit, kembung, panas naik-turun), sedangkan feces berwarna hitam terjadi di hari ke 4/5. Dan pada saat itu sedang stress dan pola makan yang buruk dan jarang berolahraga. Ketika saya ke dokter, dokter mengatakan saya mengalami gejala gastritis. Namun pada saat itu saya lupa untuk memberitahu saya feces saya berwarna hitam. Sebab paya kira feces berwarna hitam, karena makan cokelat sebelumnya. Dalam riwayat sebelumnya saya pernah terkena maag.

Sekitar 2 hari ini, perut saya sering terasa melilit pada jam 5-6 pagi. Hal tersebut juga disertai dengan konstipasi sebelumnya dan hingga mengalami diare dengan feces berwarna kekuning-kuningan ke arah oranye.

Selain itu, perut saya kembung dan sering bersendawa, dan kadang-kadang merasa anemia. Saya merasa bahwa di bagian anus terdapat seperti benjolan dan kadang ketika buang air besar keluar darah (saya sepertinya terkena ambeien ditahap 2/3 yang kadang benjolan tersebut dapat masuk sendiri atau bisa masuk sendiri). Namun, saya belum berkonsultasi lebih lanjut pada keluhan saya ini perut melilit dan diare serta ambeien ini.

1. Dilihat dari keluhan tersebut, apakah saya perlu melakukan tes endoskopi? atau mungkin kolonskopi?
untuk melakukan tes tersebut apakah perlu persetujuan atau berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu?

2. Untuk melakukan tes endoskopi apakah harus mempunyai kriteria-kriteria tertentu?

3. Apakah faktor psikologi memperngaruhi terjadinya maag maupun gastritis?

4. Apakah saya mungkin mempunyai gejala kanker usus?

Terimaksih
Salam,
Wulan

1 Jawaban Dokter

Halo sobat,
Akan coba saya jawab pertanyaannya satu per satu ya:

  1. Sebaiknya sobat berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu, mengingat kolonoskopi dan endoskopi termasuk pemeriksaan yang cukup mahal. Apabila tidak ada hal yang ingin diketahui dari kedua hasil tes tersebut, maka pemeriksaan tersebut sia-sia. Lain halnya jika uang bukan merupakan masalah. Sobat dapat langsung melakukan tes tersebut untuk membantu diagnosis dokter.
  2. Biasanya yang melakukan endoskopi yang memiliki ‘red flag’ pada orang dengan keluhan maag. Red flag tersebut antara lain: pendarahan saluran cerna lama, maag lama, gangguan menelan, suara menjadi serak, muntah berlanjutan, cepat kenyang, massa pada daerah perut, penurunan berat badan, ataupun keluarga dengan riwayat kanker saluran cerna.
  3. Bisa saja, stress secara tidak langsung dapat menyebabkan berbagai perubahan yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya maag dan GERD.
  4. Dari cerita sobat, sepertinya sangat kecil kemungkinan sobat memiliki kanker usus. Sobat masih berusia 23 tahun dan memiliki gejala lain yang disebabkan oleh diagnosis lain. Anemia bisa saja dikarenakan pendarahan dari ambeien yang sobat alami. Selain itu sobat merupakan wanita yang mengalami menstruasi setiap bulannya. Perut melilit dapat disebabkan oleh GERD ataupun gastritis. Bisa saja GERD mengingat sobat suka mengonsumsi coklat. Warna hitam pada feses juga dapat disebabkan berbagai hal, misalnya makanan tinggi zat besi tinggi yang sobat konsumsi.

Walaupun demikian, apabila sobat masih merasa paranoid terhadap kanker usus (terutama adanya riwayat keluarga dengan kanker usus), sobat dapat berkonsultasi ke dokter. Dokter akan bertanya mengenai keluhan sobat lebih mendalam dan memeriksa sobat lebih lanjut.
Demikian, semoga jawaban yang diberikan membantu 🙂

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.