Pasien harus rawat inap dan operasi

Selamat pagi Dokter

Anak saya laki laki berumur 10th 5 bulan dengan berart badan 54 Kg. Minggu lalu mengeluhkan perut bagian bawah sakit, kadang hilang, kadang sakit sedikit kadang sakit sampai menangis. Saya coba untuk ambil beberapa option dengan melakukan pengecekan kedokter/rumah sakit yang berbeda.
1.Pada saat dibawa ke rumah sakit pertama oleh saat itu diantar istri saya, dikatakan positif usus buntu dan disarankan untuk diambil tindakan operasi , dan itu disarankan dokter tanpa melakukan diagnosa dengan test apapun seperti Test darah, Urine ataupun USG. Tapi suruh pulang dengan alasan akan dibicarakan terlebih dahulu
2. Karena ingin menggunakan BPJS saya minta rujukan ke dokter Faskes Utama, mereka tidak mau memberikan surat rujukan karena tidak ada bukti pendukung analisa seperti test lab, USG, dll. Dan saat itu dokter klinik menyarankan tidak perlu dilakukan operasi karena kondisi klinis pasien juga tidak seperti orang sakit , karena belum tentu usus buntu apalagi tanpa diagnosa pendukung.
3. RS ke 3, saya penasaran untu melakukan test lab ke RS lain, dan hasilnya pada hasil USG tidak jelas terlihat (berbayang), leukosit 15ribu. Dari hasil test lab dokter menyarankan untuk rawat inap untuk dilakukan observasi karena ada indikator ke penyakit usus buntu, tapi karena sudah janji dengan anak untuk hadir ke acara keluarga besar , kami tidak langsung mendaftarkan rawat inap ( karena anak saya juga sebenarnya tidak mau dirawat ) dan dia mau dirawat setelah acara keluarga jika memang harus

Jika saya melihat kondisi anak sepertinya normal, bermain, nyanyi bahkan berenang pada saat acara keluarga . Dan saat terakhir saya tanyakan kondisi ke anak saya, dia bilang sudah tidak merasakan sakit sama sekali sambil menekan perut bagian bawahnya , sampai pagi ini, dia menekan perut yg biasanya sakit dan sudah tidak merasakan sakit.

Yang saya ingin tanyakan adalah , bagaimana sebenarnya kondisi anak saya apakah harus tetap dirawat inap ? kalau saya browsing dan itu membuat saya ragu untuk rawat inap dan melakukan operasi usus buntu adalah

1. Untuk RS pertama, apakah bisa dokter melakukan tindakan operasi tanpa diagnosa yang jelas hanya dengan cek fisik saja ?
2. Klinik ke 2 yang menyarankan untuk tidak rawat inap ataupun melakukan operasi mengatakan biasanya penderita usus buntu biassanya tidak dapat melakukan aktifitas dan disertai dengan panas tinggi dan demam (anak saya memang tidak mengalami panas tinggi atau demam sama sekali) dan melakukan aktivitas seperti biasa. Untuk hal ini saya berpendapat mungkin panas dan demam tinggi serta pasien tidak bisa beraktifitas karena radang usus buntunya sudah kronis bahkan mungkin pecah.
3. di RS ketiga hasil test lab leukosit 15rb, dan disarankan untuk menginap karena leukosit yg diatas batas normal 10rb apakah benar ? karena jika saya browsing untuk batasan normal leukosit 10rb itu adalah untuk orang dewasa sedangkan anak-anak remaja normal leukosit adalah13.500 bahkan ada yang bilang sampai 15.000.
4. Seandainya memang usus buntu apakah dapat disembuhkan dengan cara lain tanpa operasi, karena saya pernah baca itu bisa disembuhkan dengan meminum antibiotik, tapi kemungkinan beberapa tahun kedepan akan mengalami hal yang sama

Yang pernah saya baca leukosit akan tinggi salah satunya jika terjadi infeksi, bahkan bisa dikarenakan stress

Dan pernah saya baca juga di rubrik kesehatan bahwa ada 2 indikator yang harus dilihat pada saat dokter akan melakukan tindakan
1. hasil test lab/pendukung diagnosa
2. kondisi klinis pasien ( observasi dari pertanyaan atas yang pasien rasakan- saat ini anak saya tidak merasakan sakit sama sekali )

Hari ini rencana kami akan bawa anak ke RS ke 3 untuk dicek kembali dan kemungkinan rawat inap jika memang diharuskan.

Demikian keluhan dan pertanyaan saya, mohon saran yang terbaik,

Terima kasih

Edwin

1 Jawaban Dokter

Staff 11/12/2017
Public

Selamat pagi, Pak Edwin.
Dalam menentukan diagnosa dan rencana terapi, diperlukan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan fisik. Pada beberapa kasus di mana kedua hal tersebut saja tidak cukup, maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang. Jika memang radang usus buntu akut, maka diperlukan tindakan operasi untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti perforasi usus buntu, peritonitis (infeksi pada lapisan perut), sepsis (reaksi radang pada seluruh organ tubuh), radang usus buntu menjadi kronis (menetap, menahun, dan berulang), dll.
Sebaiknya anak kembali diperiksakan hari ini sesuai rencana Anda, agar dokter dapat melakukan evaluasi kembali sesuai kondisi klinis anak saat ini, untuk kemudian menentukan diagnosa kerja dan rencana terapi yang diperlukan.
Semoga dapat membantu.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.