Apakah saya bipolar?

Nama saya Rina, perempuan dan umur saya 17 tahun. Saya sedang menjalankan SMA di asrama tahun ke 3. Akhir-akhir ini saya merasa sangat depresi sehingga saya memutuskan untuk pergi ke psikiater dengan guru BK saya. Saat saya ke psikiater, dokter hanya mendiagnosa saya depresi berat, namun saya tidak yakin akan jawaban itu. Teman-teman saya banyak yang menganggap saya bipolar. Bila malam saya merasa depresi, pagi saya biasa saja seakan lupa akan depresi saya. Terkadang karena suatu hal yang kecil dan membuat saya kecewa, membuat saya sangat marah, frustasi, dan menangis. Namun beberapa menit atau jam berikutnya, saya merasa biasa saja. Terkadang saya merasa sangat bersemangat ketika bersama teman saya, tertawa dengan lepas dan merasa hidup itu indah. Namun terkadang saya merasa sangat membenci teman saya tersebut karena merasa kami tidak cocok. Terkadang saya sangat minder akan diri saya, terkadang saya sangat percaya diri ketika tampil di depan umum, sehingga saat itu saya merasa diri saya sangat hebat. Teman-teman saya menganggap saya berlebihan karena saya pergi ke psikiater, dan tidak menyangka saya di diagnosa mengalami depresi. Karena itu saya merasa janggal, apakah saya hanya depresi atau bipolar? Saya sudah mencari tahu banyak mengenai gangguan bipolar walau hanya lewat internet, dan saya merasa cocok, apalagi dengan gangguan bipolar II. Saya sudah melihat beberapa tayangan di You Tube, dan mencoba test bipolar online dan hasilnya menyatakan bahwa saya sangat memungkinkan bipolar. Setiap pertanyaan yang di tanyakan psikiater, saya bingung menjawabnya, karena di antara 2 pilihan tersebut saya merasakan keduanya di waktu yang berbeda. Sampai sekarang saya masih bingung dan frustasi, apakah saya hanya depresi atau bipolar?

1 Jawaban Dokter

Halo Sobat,
Jika kita mengalami perubahan mood yang ekstrim dari sedih tiba-tiba senang kemudian menjadi depresi, biasanya disarankan untuk dilakukan evaluasi oleh Dokter. Pemeriksaan fisik dan laboratorium akan dilakukan untuk mencoret kemungkinan terjadinya penyakit lain atau karena konsumsi obat-obatan tertentu. 
Jika dari pemeriksaan normal, baru lah disarankan untuk berkonsultasi ke Dokter Psikiatri. Untuk mengetahui penyakit bipolar tidak segampang itu karena memerlukan kombinasi pemeriksaan untuk memastikannya.
Untuk kasus Sobat, bisa saja yang dimaksud adalah sisi depresinya lebih besar dibandingkan sisi mania nya. Namun tentu saja untuk mengetahui nya Sobat perlu berkonsultasi kembali ke Dokter Psikiater untuk mendapatkan informasi dan arahan yang sesuai dan selanjutnya.
Semoga jawaban ini dapat membantu Sobat =]

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.