1 Jawaban Dokter

Staff 07/08/2017
Public

Selamat malam.
Diare pada anak dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya adalah infeksi rotavirus, alergi susu sapi, dll.
Berikut hal yang dapat Ibu lakukan:

  • Tetap usahakan memberikan ASI pada jika anak berusia di bawah 6 bulan
  • Ibu yang juga memberikan ASI di samping susu formula juga harus mengurangi konsumsi susu sapi ataupun produk-produk yang berasal dari susu sapi (keju, yogurt, dll) karena protein yang menyebabkan alergi pada anak dapat masuk lewat pemberian air susu ibu (ASI)
  • Bagi anak yang mengalami alergi susu sapi, maka dapat mengkonsumsi jenis-jenis susu berikut:
    • Susu formula hidrolisis. Susu ini dirancang khusus untuk bayi yang alergi terhadap protein dalam susu formula (sapi). Susu formula hidrolisis sebetulnya masih berbasis susu sapi juga tetapi susu ini mengalami proses hidrolisis sehingga protein-protein utuh dalam susu sapi terurai menjadi partikel-partikel kecil sehingga sifatnya menjadi kurang alergenik. Susu ini juga tidak mengandung laktosa.
    • Susu formula berbasis asam amino. Susu ini tidak mengandung rantai protein tetapi mengandung asam amino yaitu zat pembangun protein-protein itu sehingga paling bersifat hipoalergenik dibandingkan susu formula lainnya.
    • Susu formula soya. Susu formula soya terbuat dari kacang keledai yang kemudian dimodifikasi dengan vitamin, mineral, dan nutrisi-nutrisi lainnya. Susu soya dianjurkan diberikan kepada bayi berusia lebih dari 6 bulan. Menurut studi, 50% bayi yang alergi protein di susu sapi formula juga dapat menjadi alergi pada protein di susu soya formula.

  • Berikan vaksinasi terhadap rotavirus jika usia anak masih memungkinkan. 
    • Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia >15 minggu), dosis kedua diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Batas akhir pemberian pada usia 24 minggu.
    • Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia > 15 minggu), dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu.

Berkonsultasilah dengan dokter spesialis anak untuk menentukan tatalaksana yang terbaik bagi anak Anda.
Semoga dapat membantu dan sehat selalu.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.