1 Jawaban Dokter

Staff 02/08/2017
Public

Selamat siang.
Beberapa jenis penyakit autoimun dapat berpengaruh pada janin atau proses kehamilan.

Sindrom antibodi antifosfolipid (Antiphospholipid antibody syndrome, aPL). Pasien dengan sindrom ini memiliki kecenderungan mengalami gangguan pembekuan darah. Jika tidak dikontrol dengan baik, dapat berisiko terhadap kehamilan, terutama keguguran berulang.

Lupus. Jika penyakit lupus dapat terkontrol dengan baik, maka pasien dapat hamil. Namun, jika penyakitnya sedang aktif, pada saat hamil dapat berisiko terjadi kelahiran prematur atau keguguran. Ada kemungkinan bayi yang lahir dari seorang penderita lupus mengalami lupus neonatal di mana kulit pipinya merah, namun akan hilang dalam 6 bulan. Lupus neonatal hanya bersifat sementara dan bukan penyakit lupus.

Artritis Reumatoid. Gejala biasanya membaik saat hamil, dan setelah bayi lahir dapat terjadi gejala rematik pada ibu.

Penyakit Grave. Penyakit ini dapat membuat kelahiran prematur dan bayi memiliki berat badan lahir rendah. Anda juga berisiko mengalami tekanan darah tinggi dan harus mengontrol tingkat hormon tiroid selama hamil.

Sklerosis Multipel. Gejala cenderung membaik saat hamil. Ibu hamil dengan penyakit ini dapat mengalami masa kehamilan yang sulit sebab dipengaruhi kelemahan otot, gangguan koordinasi gerak, dan rasa kelelahan. Proses persalinan mungkin sulit namun dapat dibantu oleh tim dokter.

Miastenia Gravis. Pada ibu hamil, penyakit ini dapat memengaruhi masalah napas jika terdapat gangguan pada otot pernafasan.
Sindrom Sjogren. Pada penyakit ini, ibu hamil memiliki kemungkinan mengalami keguguran, persalinan prematur, anak lahir dengan berat badan rendah, mengalami penyakit jantung bawaan, lupus neonatal, dan ibu mengalami kekambuhan serangan Sjogren setelah proses persalinan.
Anda dapat membaca informasi lebih lengkap pada tautan berikut https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/apakah-pengaruh-penyakit-autoimun-pada-kehamilan .
Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan juga dokter yang selama ini menangani penyakit autoimun Anda untuk dilakukan rawat bersama. Dokter akan memutuskan apakah terapi perlu dihentikan sementara atau tidak. Anda mungkin diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan rutin lebih sering dibandingkan ibu hamil lainnya. 
Semoga dapat membantu, kehamilan Anda lancar hingga persalinan, serta ibu dan anak dalam keadaan sehat ya.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.