kista

Dok mau tanya…..?

Istri saya sudah 13 hari dapat mens. Darahnya keluar terus dan perutnya sakit sekali. Terus saya dan istri saya periksa ke dokter spesialis kandungan. Sudah di chek sama dokter istri saya terkena Kista. Saya mau tanya apakah kista bisa hilang tanpa operasi. Terima kasih. Andika

1 Jawaban Dokter

Staff 01/08/2017
Public

Selamat pagi.
Terdapat beberapa jenis kista, yaitu:
1. Kista fungsional.
Kista ini terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun 2-3 siklus haid. Untuk kista fungsional, dapat digunakan pil kontrasepsi untuk mengecilkan ukuran kista dan menghambat pertumbuhan kista.
Terdapat 2 macam kista fungsional, yaitu :
Kista folikel. Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Pada keadaan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi untuk melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus, folikel ini tidak terbuka, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur dan akhirnya menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista. Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus haid. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat di daerah perut bagian bawah seperti serangan appendisitis (radang usus buntu). Kista ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG. Tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan. Kista ini tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 bulan, tetapi tetap harus dikonsultasikan pada dokter.
Kista lutein. Akibat perubahan hormon, folikel dapat berubah menjadi korpus luteum dan mengeluarkan sel telur untuk kemudian dibuahi, lalu korpus luteum hancur sendiri dan diserap tubuh. Tetapi, kadang setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. Kista ini biasanya hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga berdiameter 10 cm dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan menyebabkan perdarahan internal dan nyeri tajam yang tiba-tiba. Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Kista ini tidak berbahaya, tidak perlu diangkat apabila tidak mengganggu janin, tetapi membutuhkan pengawasan khusus. Kista ini akan mengecil atau hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.
2. Kista dermoid. Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat ada sejak usia kanak-kanak, bahkan mungkin sudah ada sejak di dalam kandungan. Kista ini biasanya kering dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan menimbulkan nyeri. Diperlukan pembedahan untuk mengatasi kista jenis ini.
3. Kista endometriosis. Kista ini terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) yang menempel di ovarium. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat karena berisi darah yang mengental dan membeku, sehingga bewarna coklat-kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri saat hubungan seksual. Terapi yang diberikan biasanya adalah terapi hormonal. Jika ukuran kista besar dan mendesak jaringan sekitarnya, maka diperlukan pembedahan untuk mengangkat kista.
4. Kistadenoma. Kista ini berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kistadenoma dapat tumbuh menjadi besar sehingga berpotensi untuk ganas dan mengganggu organ perut lainnya dan menimbulkan nyeri. Sebaiknya kista ini diangkat melalui pembedahan untuk mencegah perubahan menjadi tumor ganas atau kanker.
5. Kista polikistik. Di sini, ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal yang disebabkan oleh gangguan hormonal, terutama hormon androgen yang berlebihan. Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi (pematangan sel telur), sehingga sering menimbulkan masalah kesuburan. Untuk kista polisistik indung telur yang menetap, pembedahan harus dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan kesuburan dan rasa nyeri. 
6. Jenis kista ovarium lainnya. Misalnya : kista inklusi germinal, kista Stein-Leventhal, kistoma ovarii simpleks, dan lain-lain. Kebanyakan perempuan yang memiliki kista ovarium jenis ini tidak mengalami gejala. Gejala biasanya terjadi jika penderita telah mempunyai kista dalam waktu yang lama. Gejala pada stadium awal umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik, yaitu berupa gangguan haid / menstruasi. Jika sudah membesar dan menekan rektum atau kandung kemih, dapat terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat melakukan hubungan seksual, bahkan dapat terjadi pendarahan. Pada stadium lanjut, gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya penimbunan cairan dalam rongga perut, sehingga perut membuncit, kembung, mual, gangguan napsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita mengalami sesak napas.
Untuk lebih lengkapnya, Sobat dapat membaca artikel pada tautan berikut ini https://www.tanyadok.com/sehat-wanita/kapan-kista-ovarium-disebut-bahaya .
Berkonsultasilah dengan dokter dan tanyakan jenis kista apa yang dialami oleh istri Anda dan metode terapi yang paling tepat sesuai dengan keadaan klinis istri Anda, ukuran kista, gangguan yang disebabkan oleh kista, sambil juga memperhatikan faktor kesuburan jika Anda berencana untuk memiliki keturunan.
Semoga dapat membantu dan lekas sembuh ya.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.