Bagaimana cara agar anak mau menelan makanan padat

anak saya umur 14 bln dg berat badan 6,5 dan panjangnya 58cm. belum bisa merangkak, baru bisa guling-guling aja. dia menderita sindrom rubella. pasca operasi katarak dan post ADO tapi masih ada ASD jantung. dan pakai alat bantu dengar juga. sebelumnya full asi karena makannya susah. bubur aja gak mau ditelan. setiap makan selalu nangis. untuk sekali suapan nangisnya hampir 20 menit itu aja masih belum tentu ditelan. belum tumbuh gigi dokter. sudah dibawa konsultasi, solusinya kalau siang asinya dikurangi biar lapar nanti trus dikasi makan kalau malam asi aja. tp tetep gak mau makan anaknya, malah rewel. baru2 minggu kemarin mau dikasi susu formula (sebelumnya sudah banyak dicoba susu formula berbagai merk tapi gak mau), tapi berat badannya kok malah turun ya dokter padahal kan sudah dibantu susu formula??
kalau dipaksa makan dan nangis terus apa gak pengaruh pada psikologis anak? takutnya malah bikin trauma kalau dikasih makan. tapi kalau gak makan tumbuh kembangnya gak maksimal. bagaimana solusinya ya dokter??

1 Jawaban Dokter

Halo Sobat,
Penyebab anak susah naik berat badan bisa bermacam-macam seperti kurangnya asupan gizi (terutama asupan protein) dan faktor penyakit (misalnya terjadi infeksi dalam tubuh ataupun ada gangguan pencernaan). Hal tersebut membuat anak menjadi tidak nafsu makan, sehingga rewel dan berat badan susah naik.
Solusinya yang pertama adalah perlu diketahui penyebab yang mendasarinya, mengapa anak menolak untuk makan. Karena untuk fase awal peralihan dari hanya ASI/susu saja kemudian ditambah makanan memang setiap anak akan berbeda-beda respon dalam keinginan makannya. Ada yang langsung bisa, namun banyak juga yang anak menolak. Kemudian dari makanannya itu sendiri, apakah mungkin rasanya terlalu manis/asin sehingga anak kurang menyukai dan menolak. Suasana saat makan pun terkadang menjadi faktor tersendiri untuk si anak merasa nyaman atau tidak.
Memang betul Sobat sudah berkonsultasi ke Dokter, namun sebaiknya Sobat berkonsultasi ke Dokter Spesialis Gizi Anak untuk dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga dapat diberikan arahan yang sesuai.
Semoga jawaban ini dapat membantu Sobat =]

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.