2 answer

hai sobat,
sudah berapa lama keluhan tsb berlangsung? dari keluhan yg anda kemukakan, mungkin anak anda mengalami tortikolis.  Tortikolis sering dikenal di masyarakat sebagai kaku leher (kepala tengleng, tengeng).  gejala utama dari torticolllis adalah kepala miring ke satu sisi, dan kepala memutar ke sisi lain.
Selain beresiko mengalami gangguan tumbuh kembang, tortikolis juga sangat mungkin mempengaruhi psikologis anak. Oleh karena itu penting sekali mendiagnosis serta melakukan terapi sejak dini, karena akan mempengaruhi hasil akhir terapi.
Berikut merupakan beberapa hal yang dapat Anda lakukan :

  • Segera membawa anak ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya tortikolis serta kelainan lain yang menyertai. Selain pemeriksaan fisik, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan rontgen dan USG.
  • jika memang terbukti tortikolis, biasanya akan disarankan untuk dilakukan fisioterapi rutin SEDINI MUNGKIN. Tortikolis bawaan yang disebabkan murni karena otot harus difisioterapi, idealnya pada saat bayi masih berusia dibawah 3 bulan. Torticollis umumnya dapat diobati melalui latihan yang meregangkan leher dan menoleh ke sisi yang berlawanan. Terapi biasanya membutuhkan waktu selama 4-6 bulan dan hampir 90% berhasil. Bayi yang lebih tua membutuhkan waktu yang lebih lama dan prosesnya lebih sulit. Terapi pada bayi di atas 1 tahun biasanya cukup sulit karena bisa dikatakan terlambat dan mungkin memerlukan tindakan operasi(+- 10% kasus).
  • Menempatkan mainan pada sisi di mana bayi harus memutar kepala atau berpaling ke sisi yang berlawanan  untuk mengalihkan perhatian ke arah mainan ataupun meraih mainan tersebut.
  • Meletakkan bayi di kasur dimana sisi yang sakit menghadap ke dinding, sehingga bayi harus  memutar kepalanya untuk melihat ke arah luar kasur.

Kami sarankan Anda untuk membawa anak Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, untuk melakukan pemeriksaan lengkap serta merencanakan terapi yang sesuai dengan keadaan dan yang diperlukan supaya hasil terapi lebih optimal. demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat

#1

hai sobat,
sudah berapa lama keluhan tsb berlangsung? dari keluhan yg anda kemukakan, mungkin anak anda mengalami tortikolis.  Tortikolis sering dikenal di masyarakat sebagai kaku leher (kepala tengleng, tengeng).  gejala utama dari torticolllis adalah kepala miring ke satu sisi, dan kepala memutar ke sisi lain.
Selain beresiko mengalami gangguan tumbuh kembang, tortikolis juga sangat mungkin mempengaruhi psikologis anak. Oleh karena itu penting sekali mendiagnosis serta melakukan terapi sejak dini, karena akan mempengaruhi hasil akhir terapi.
Berikut merupakan beberapa hal yang dapat Anda lakukan :

  • Segera membawa anak ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya tortikolis serta kelainan lain yang menyertai. Selain pemeriksaan fisik, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan rontgen dan USG.
  • jika memang terbukti tortikolis, biasanya akan disarankan untuk dilakukan fisioterapi rutin SEDINI MUNGKIN. Tortikolis bawaan yang disebabkan murni karena otot harus difisioterapi, idealnya pada saat bayi masih berusia dibawah 3 bulan. Torticollis umumnya dapat diobati melalui latihan yang meregangkan leher dan menoleh ke sisi yang berlawanan. Terapi biasanya membutuhkan waktu selama 4-6 bulan dan hampir 90% berhasil. Bayi yang lebih tua membutuhkan waktu yang lebih lama dan prosesnya lebih sulit. Terapi pada bayi di atas 1 tahun biasanya cukup sulit karena bisa dikatakan terlambat dan mungkin memerlukan tindakan operasi(+- 10% kasus).
  • Menempatkan mainan pada sisi di mana bayi harus memutar kepala atau berpaling ke sisi yang berlawanan  untuk mengalihkan perhatian ke arah mainan ataupun meraih mainan tersebut.
  • Meletakkan bayi di kasur dimana sisi yang sakit menghadap ke dinding, sehingga bayi harus  memutar kepalanya untuk melihat ke arah luar kasur.

Kami sarankan Anda untuk membawa anak Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, untuk melakukan pemeriksaan lengkap serta merencanakan terapi yang sesuai dengan keadaan dan yang diperlukan supaya hasil terapi lebih optimal. demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat

#2
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.