Apakah saya resistensi terhadap parasetamol?

dok, saya wanita 22 tahun ingin bertanya. waktu itu saya pernah mengalami demam yang cukup tinggi, kemudian saya memutuskan untuk minum obat penurun panas yaitu parasetamol. saya minum obat tersebut jam 8 malam, awalnya baik-baik saja. namun tengah malam sekitar pukul 23.30 demam saya malah bertambah tinggi, menggigil dan kepala saya pusing. hingga pagi hari demam saya masih tetap tinggi. kemudian saya sarapan dan minum obat yang berbeda, dan demam saya mulai turun. apakah saya resisten terhadap parasetamol atau saya tidak cocok terhadap obat tersebut atau itu merupakan efek yang ditimbulkan parsetamol? terimakasih dok.

1 Jawaban Dokter

hai sobat,
untuk paracetamol sendiri, tidak ditemukan adanya resistensi pada obat tersebut, obat yg biasanya menimbulkan resistensi adalah obat golongan antibiotik. jika masih demam, anda dapat mengulangi pemberian paracetamol dalam selang waktu 4 jam sejak anda mengkonsumsi obat tersebut. dosis pemberian adalah 10-15 mg/kg BB. yang perlu diingat adalah dosis maksimal obat tsb tidak boleh >4000 gram dalam 24 jam. jika demam belum turun dalam selang waktu yg ditentukan, anda dapat membantu penurunan demam, dengan mengompres handuk yg dibasahi air hangat bagian tubuh tertentu, seperti dahi, lipat ketiak, atau lipat paha. perbanyak pula minum air putih. jangan mengenakan pakaian tll tebal karena dapat menghambat pengeluaran panas, dan apabila baju basah oleh keringat, segera diganti. pemakaian obat demam lain adalah golongan ibuprofen, namun saat ini agak jarang dipakai, menginat efek sampingnya pada lambung, terutama pada org dengan riwayat penyakit maag. demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.