Hubungan tingkat keamanan helm dengan cedera otak

Dok saya mau tanya.
Otak manusia kan mengambang oleh cairan otak di dalam tengkorak nah sewaktu terjadi benturan atau goncangan otak akan bergerak membentur dinding tulang tengkorak yang menyebabkan gegar otak. Nah artinya walaupun kita memakai helm kepala tidak terkena benturan, otak tetap membentur dinding tengkorak akibat goncangan karena perlambatan/ diselerasi yang terlalu cepat. Misalnya saat kita mengalami tabrakan memakai helm tubuh terpelanting sehingga kecepatan untuk jatuh menjadi sangat cepat lalu kepala mengenakan helm membentur aspal. Karena terjadi perlambatan yang terlalu cepat maka otak akan mengalami gaya kelambanan/hukum newton 1 sehingga otak akan membentur tulang tengkorak yang mengakibatkan cedera.
Nah pertanyaanya apakah helm yang berlapis karet lebih aman dari helm biasa? Kan secara logika bahan tersebut selain meredam benturan juga mengurangi diselerasi sehingga perlambatan akan terjadi secara perlahan karena sifat karet itu lentur. Terima kasih sebelumnya ini penting dok karena demi keamanan dalam berkendara karena beberapa kasus pengendara mengalami gegar otak walaupun mengenakan helm meskipun helm tersebut tahan benturan setelah di telusuri ternyata penyebabnya karena itu selain karena benturan.

1 Jawaban Dokter

hai sobat Andiraman,
menurut standar SNI, dari segi material, bahan helm harus memenuhi ketentuan sebagai berikut, yaitu: dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam; bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu; bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit; dan tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pengguna. pemakaian bahan karet sebagai bahan pembuatan helm perlu melihat dari ketentuan SNI, perlu diperhatikan juga, apabila terbuat dari bahan karet, kemungkinan dapat menyebabkan iritasi kulit dapat terjadi, terkait dengan sensitivitas thd bahan tersebut g dapat dialami oleh org2 tertentu, selain itu juga bahan tsb tidak menyerap keringat, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada pemakainya. demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.