Sariawan dan nyeri perut

Dear Lovely Doctor’s

Pada bulan Mei 2016 saya di opname selama 3 hari setelah dilakukan pemeriksaan Endoscopy hasilnya adalah PAN GASTRITIS dan diberi obat PPI, Redacid, Sysmuco. Dalam kurun waktu Agustus 2016 s/d November 2016 sudah sangat jarang sekali merasakan sensasi heartburn, pusing, nyeri dada, ulu hati, persendian. Dapat merasakan sensasi lagi ketika telat makan, kerja terlalu letih akan tetapi cepat pulih dgn kembali pola yg benar lagi.

Pada bulan Des 2016 ini saya kembali merasakan sensasi nyeri dada, berdebar, ulu hati bahkan ditambah yang sebelumnya tidak ada yaitu nyeri perut sebelah kiri, sariawan seluruh permukaan lidah dan beberapa titik di gusi, meriang bdn hangat sumeng, bercak merah spt jerawat pada kulit badan. Saya sudah lakukan pemeriksaan TUBEX FT hasil pointnya 2, dan sudah kembali konsul kpd dokter saya dahulu dan hanya diberi obat RILLUS dan Provit akan tetapi sariawan dan sensasi itu masih saja. Dan sudah menjalankan pola kembali tapi masih belum sembuh juga??

My dear doctor’s please….please.. help me.. what should i do?? Pemeriksaan apa lagi yang harus saya lakukan untuk menyetahui dan menyembuhkan kondisi tsb?? Apakah ada penyakit lain, infeksi usus atau virus atau jantungkah?? Saya sempat EKG dan hasilnya baik menurut dokter.. apakah saya harus Endoscopy lagi??

Mohon pencerahannya

Terima kasih

BEST REGARDS

1 Jawaban Dokter

Hi sobat sehat , 
yang perlu diketahui pada keadaan anda adalah kesembuhan memerlukan proses yang panjang dan berkelanjutan. Selain dibantu obat , pola makan dan hidup sehat harus diperhatikan. 
Makan tepat waktu dengan porsi yang cukup , Hindari makanan pedas asam santan mie dan minuman seperti kopi , soda , alkohol , coklat. 
Miliki stress management yang baik. dan bersabar menjalani pengobatan yang ada. 
pemeriksaan endoskopi tidak perlu diulang dalam waktu yang dekat ,bisa dilakukan sebagai evaluasi terapi seperti rentang 3-6 bulan kemudian. 
semoga memberi pencerahan
dr.M.Timotius H

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.