1 Jawaban Dokter

Staff 10/07/2016
Public

Halo Sobat,
Prinsip kerja kontrasepsi adalah meniadakan pertemuan sel telur dan sel sperma. Ada tiga cara untuk mencapai tujuan ini, baik yang bekerja sendiri maupun bersamaan. Pertama adalah menekan keluarnya sel telur (ovulasi), kedua menahan masuknya sperma kedalam saluran kelamin wanita sampai mencapai ovum dan ketiga adalah menghalangi nidasi. Contoh pertama adalah kontrasepsi hormonal steroid, baik pil, suntikan maupun implant. Contoh kedua terdiri atas kondom, mangkok vagina, spermisida, dan ligasi tuba dan vas deferens. Khusus diterapkan pada laki-laki adalah sanggama terputus dan vasektomi, dimana pada kedua cara tersebut, sperma tersebut tidak pernah mencapai saluran kelamin wanita. Contoh ketiga adalah IUD atau AKDR.
Berikut adalah efek samping dan kerugian dari macam-macam pil kontrasepsi:

  • Pil kombinasi: mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari; mual, terutama pada 3 bulan pertama; perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama; pusing; nyeri payudara; berat badan naik sedikit, tetapi pada perempuan tertentu kenaikan berat badan justru memiliki dampak positif; berhenti haid (amenorea), jarang pada pil kombinasi; tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui (mengurangi ASI); pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi, dan perubahan suasana hati, sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seks berkurang; dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan, sehingga resiko stroke dan gangguan pembekuan darah pada vena dalam sedikit meningkat, pada perempuan usia > 35 tahun dan merokok perlu hati-hati; tidak mencegah IMS (Infeksi Menular Seksual), HBV, HIV/AIDS.
  • Pil mini: hampir 30 – 60 % mengalami gangguan haid (perdarahan sela, spotting, amenore); peningkatan berat badan; harus digunakan setiap hari dan pada waktu yang sama; bila lupa satu pil saja, kegagalan menjadi lebih besar; payudara menjadi tegang, mual, pusing, dermatis atau jerawat; risiko kehamilan ektopik cukup tinggi (4 dari 100 kehamilan), tetapi risiko ini lebih rendah jika dibandingkan dengan perempuan yang tidak menggunakan mini pil.

 
Semoga sehat selalu, Sobat!

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.