1 Jawaban Dokter

Staff 27/05/2016
Public

Halo Sobat,
Alopesia androgenetik pada laki-laki, yang dikenal dengan male pattern baldness adalah penyebab tersering kerontokan rambut pada laki-laki. Ini dikhususkan karena progresi dari kerontokan rambut yang terjadi berpola. Pola kerontokan berbeda dengan perempuan dan prevalensi pada perempuan lebih rendah. Onset alopesia androgenetik sangat bervariasi, ditentukan oleh adanya peredaran androgen yang cukup dan derajat predisposisi genetik. Walaupun ini merupakan fenomena fisiologis, alopesia androgenetik dapat memberikan implikasi sosial yang dalam pada penderita karena perubahan yang signifikan pada penampilan.
Minoxidil semula adalah terapi antihipertensi tetapi selanjutnya berkembang menjadi terapi topikal untuk kerontokan rambut (tersedia dalam solusio 2% dan 5%, 5% lebih efektif). Penggunaan minoxidil berhubungan dengan vasodilatasi, angiogenesis, dan peningkatan proliferasi sel. 
Finasteride merupakan penghambat 5α-reduktase tipe 2. Sediaan oral dengan dosis 1 mg per hari mampu mencegah kebotakan terus berlangsung pada laki-laki. Setelah diterapi selama 2 tahun, dua pertiga pasien mengalami perbaikan. Pada percobaan yang lebih lama yakni 5 tahun menunjukkan tingkat kerontokan rambut yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak diobati. Beberapa keluhan seksual, misalnya impotensi dapat muncul, namun umumnya dapat ditoleransi. Manfaat terapi akan menghilang dalam 12 bulan setelah terapi dihentikan.
Jika dengan 2 obat tersebut keluhan tidak membaik, sebaiknya Sobat berkonsultasi langsung ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan terapi alternatif lainnya.
 
Semoga sehat selalu, Sobat!

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.