1 Jawaban Dokter

Staff 05/04/2016
Public

Halo Sobat,
Gejala yang Sobat rasakan mengarah kepada keadaan hipotensi ortostatik. Hipotensi ortostatik adalah turunnya tekanan darah sistolik (TDS) 20 mmHg atau turunnya tekanan darah diastolik (TDS) 10 mmHg pada saat perubahan posisi, dari posisi tidur ke posisi tegak. Seharusnya pembuluh darah berespon terhadap gravitasi dengan kontraksi (menyempit), dan dengan demikian dapat meningkatkan tekanan darah, jika kita berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Hipotensi ortostatik berarti bahwa pembuluh darah tidak disesuaikan terhadap posisi berdiri, sehingga terjadi penurunan tekanan darah.
Berbagai faktor yang berhubungan dengan hipotensi ortostatik, seperti usia, obat anti hipertensi, hipertensi, strok dan diabetes melitus masih diperdebatkan. Sampai saat ini belum ada data mengenai prevalensi hipotensi ortostatik di Indonesia. Belum diketahui pula faktor prediktor hipotensi ortostatik.
Untuk mengatasi hal tersebut, ada baiknya Sobat tidak berpindah posisi secara tiba-tiba, namun secara bertahap. Sebagai contoh, jika Sobat sedang dalam posisi tidur dan ingin berdiri, hendaknya Sobat duduk terlebih dahulu. Selain itu, Sobat dianjurkan untuk banyak minum, olahraga secara rutin 3x seminggu dengan durasi minimal 30 menit setiap olahraga, rutin untuk melakukan Medical Check Up (MCU) di rumah sakit untuk skrining penyakit-penyakit tertentu, serta makan makanan bergizi.
Semoga sehat selalu, Sobat!

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.