apakah ada pengobatan yang lebih baik daripada penyempitan pembuluh darah di otak?? selain daripada preventif dengan menggunakan obat"an…..

adik saya dari lahir mempunyai kelainan, bila dia terlalu happy/sedih/stress maka pembuluh darah yang menuju otak akan menyempit akibatnya otak kekurangan asupan oksigen yang akhirnya menyebabkan dia akan mengalami kesulitan bernafas, dan lost control (akibat terburuknya adalah mengalami serangan seperti epilepsi lalu pingsan). kami sudah berusaha berobat kemana”, bahkan sampai ke luar negeri……….. tapi jawaban yang kami terima tetap sama, penyempitan pembuluh otak dan belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkannya………. yang saya mau tanyakan disini, apakah benar belum ada obat yang dapat mengobati penyakit yang diderita oleh adik saya ini hingga saat ini?? apakah penyakit yang dia derita ini berkaitan dengan psikologisnya, secara dia adalah orang yang kurang bisa mengekspresikan dirinya sendiri dan tak mempunyai banyak kawan dari sejak dia kecil karena kawan”nya seringkali menghina dan mengoloknya…… apakah pemicu penyakit ini sebenarnya?? apa yang harus kami lakukan selanjutnya?? selama ini kami menggunakan obat yang bernama tegretol CR 200mg

1 Jawaban Dokter

Staff 26/03/2016
Public

Malam Sobat,
Yang harus Sobat lakukan adalah mendukung adik Sobat untuk mengkonsumsi obat secara teratur setiap hari dan rutin kontrol ke dokter sesuai petunjuk. Jika dari hasil pemeriksaan dokter dan rekaman gelombang otak (EEG) menunjukkan bahwa penyakit adik Sobat adalah epilepsi, maka pengobatannya dapat berlangsung seumur hidup. Tujuan obat adalah untuk mencegah terjadinya gejala (pingsan atau kejang), bukan untuk menyembuhkan penyakit. Sobat dan keluarga diharapkan tidak memiliki persepsi yang keliru mengenai pengobatan : obat yang diberikan tidak memiliki dampak negatif yang berarti jika diminum dalam dosis yang tepat (jika tidak minum obat justru akan timbul gejala kejang yang malah lebih membahayakan nyawa), dan hal ini BUKAN ketergantungan obat. Yang disebut “ketergantungan obat” adalah jika obat tersebut membawa dampak negatif bagi kesehatan, dan obat tersebut harus diberikan dalam dosis lebih tinggi seiring waktu — misalnya dalam kasus pemakaian obat narkoba yang berdampak negatif bagi kesehatan, dan pecandu makin lama membutuhkan narkoba lebih tinggi, lebih tinggi, lebih tinggi hingga akhirnya dapat overdosis. Hal ini jelas berbeda. Keharusan minum obat rutin juga bukanlah akhir dari segala-galanya bagi adik Sobat. Banyak penderita epilepsi dapat beraktivitas biasa dan bekerja dengan produktif berkat bantuan obat. Obat tersebut merupakan rutinitas sehari-hari yang akan membantu kelancaran aktivitas dan kesehatan adik Sobat. Usahakan pandanglah hal ini sebagai suatu hal positif yang tergabung dalam rangkaian rutin persiapan harian, misalnya mandi-sikat gigi-minum obat. Pandangan positif terhadap pengobatan ini sangat perlu dilakukan baik bagi Sobat, adik Sobat, dan keluarga agar adik Sobat tidak merasa malu, minder, ataupun rendah diri dan merasa diri tidak berguna serta penyakitan. Ikuti pula anjuran dokter saraf yang menangani adik Sobat mengenai jadwal kontrol rutin dan lainnya untuk membantu efektivitas pengobatan. Semoga saran ini membantu Sobat.

#1
  1. Siang sobat,
    Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah mengenai dampak baik atau buruk dari kedua obat tersebut (brainiking) dan ICT. Jika letak kelainan pada pembuluh darah,maka tindakan yang bisa menyembuhkan memang hanyalah dengan membetulkan pembuluh yang bermasalah tersebut (dengan pembedahan atau tindakan intervensi lain). Namun, jika letak pembuluh darah sulit dijangkau atau struktur pembuluh terlalu kecil/ rumit untuk dilakukan tindakan tersebut, memang tidak bisa dilakukan -- hanya bisa mengontrol gejala dengan obat obatan. Dari segi kedokteran kami tidak menyarankan penggunaan obat obatan yang belum diteliti secara mendalam dan terbukti efektivitasnya, karena dikhawatirkan obat tersebut tidak efektif, ataupun bisa menimbulkan efek samping yang malah lebih besar. Semoga saran ini membantu Sobat
  2. dokter, penyakit adik saya bukan epilepsi. tapi kata dokter yang bersangkutan bilang bahwa dia terkena penyempitan batang pembuluh otak/varises pada batang pembuluh otak. karena bila sebelum serangan datang, dia merasa mengantuk/seperti melamun, lalu dia akan kesulitan bernafas, dan bila berkelanjutan maka dia akan berdiri dan seperti hilang kesadaran mau naik" kursi/jalan" kejalan raya dll (aktif bukan pingsan). selain daripada obat yang direkomendasikan oleh dokter, tegretol CR 200mg tersebut........... orangtua saya menambahkan obat yang bernama brainking......... apakah obat ini akan berakibat buruk terhadap dia bila minum rutin selagi dia minum obat yang direkomendasikan oleh dokter bersangkutan?? kawan saya ada beritahu saya kemarin malam, bahwa ICT (innovation cardiotonic pills) mungkin bisa digunakan untuk kondisi macam adik saya ini....... bagaimana menurut dokter??
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.