bagaimana cara penanganan luka bernanah?

ayah saya memiliki luka di mata kakinya.awalnya lukanya hanya bolongan kecil,lama kelamaan lukanya membesar dan bernanah,lukanya juga agak dalam.luka nya sudah berjalan hampir 2 bulan.sudah dibawa ke dokter,dan dokter bilang lukanya terkena infeksi.sudah diberikan obat,ada 2 antibiotik didalamnya.kata dokter,lukanya harus ditutup dengan kasa yg diberikan rivanol,namun setelah 2 hari kaki ayah saya malah membengkak dan mengeluarkan air.ayah saya tipe orang yang tidak bisa menahan rasa perih,agak susah jika kami keluarganya membersihkan luka,jadi lukanya hanya dibersihkan disekelilingnya saja,tidak pada lukanya lalu ditutup dengan kasa yang sudah direndam rivanol.dari pengalaman tetangga dan pencarian saya di internet,banyak yg mengatakan di kompres dengan cairang infus,setelah dicoba pada sekeliling luka ayah saya,malah timbul rasa nyeri dan perih yang terus menerus.pada tes darah juga,ayah saya tidak mengidap diabetes,tapi kadar darah merahnya agak rendah.bagaimana cara penanganan luka yang baik pada ayah saya?
karna kami sendiri sebagai keluarganya serba salah karna jika mengobati,ayah saya malah mengeluh terus menerus,tetapi tidak mau di obati

1 Jawaban Dokter

Staff 26/03/2016
Public

Malam Sobat,
Perawatan luka secara umum adalah dengan mengompres luka secara telaten setiap hari, sebanyak 3x sehari. Pembersihan luka adalah dengan cairan infus (NaCl 0,9%) atau dengan air matang yang hangat/ suam-suam kuku (jangan air panas). Luka sebaiknya tidak dibersihkan dengan bahan antiseptik seperti alkohol, betadine, ataupun rivanol — karena hal tersebut justru malah bisa memperlambat penyembuhan luka dan membuat luka meradang terus. Langkah pembersihan luka secara umum adalah sebagai berikut (jika mandi sehari 3x, maka langkah ini dilakukan setiap habis mandi. Namun jika mandi 2x sehari, langkah tersebut dilakukan setiap habis mandi dan 1x lagi saat malam hari sebelum tidur) :

  1. Saat mandi, penutup luka dibuka dan luka boleh dikenakan air seperti biasa (namun jangan dioleskan sabun)
  2. Setelah mandi, luka dikeringkan dengan cara ditutul perlahan-lahan (jangan digosok) dengan handuk bersih, hingga kering
  3. Jika luka terlihat kotor/ berdebu atau bernanah — bersihkan kembali luka dengan cara disiram cairan infus atau air matang hangat selama beberapa menit hingga debu/ kotoran hilang (untuk cairan infus, ujung botolnya memiliki lubang/corong kecil seperti pancuran — dengan demikian botol infus cukup dipencet saja dan cairan infus akan memancur keluar untuk membersihkan luka. Untuk air hangat bisa digunakan botol bersih sebagai wadah, kemudian pakai untuk menyiram luka berulang kali). Jika luka bersih dan tidak tampak bernanah — tidak perlu melakukan ini, langsung saja mengompres luka seperti pada langkah no 4
  4. Kompres luka dengan kain kasa steril (dapat dibeli di apotek) atau kain bersih — dengan cara : basahi kain kasa/ kain bersih dengan cairan infus atau air matang hangat hingga basah seluruhnya. Tempelkan kain kasa tersebut pada permukaan luka (semua permukaan luka dan daerah sekitarnya yang membengkak harus ditutupi). Biarkan selama beberapa menit. Ganti kain kasa dengan yang baru dan basahi kembali seperti di atas, tempelkan lagi pada permukaan luka dan bagian sekitarnya yang membengkak. Ulangi berkali-kali kompres tersebut hingga selama 15-20 menit.
  5. Setelah kompres selesai, keringkan luka dengan cara ditutul perlahan-lahan (jangan digosok)
  6. Tutup luka dengan kain kasa steril, lalu diplester. Penutup luka ini dapat diganti setiap kali kompres (3x sehari) atau dapat lebih jika terkena basah atau kotor saat beraktivitas sehari-hari (wudhu, dll).
  7. Saat beraktivitas sehari-hari, walaupun luka ditutup namun tetap tidak boleh tertekan, misalnya memakai sepatu tertutup, dll. Gunakan alas kaki yang terbuka seperti sandal agar bagian kaki yang luka tidak mendapat tekanan.
  8. Perlu diingat bahwa mengompres luka harus dilakukan secara rutin setiap hari, dan hasilnya baru akan kelihatan secara perlahan-lahan. Luka yang normal (jika infeksi sudah sembuh) membutuhkan waktu seminggu untuk mengering. Sobat harus membantu ayah Sobat untuk menjaga luka seperti yang telah dijelaskan di atas.
  9. Obat-obatan yang diberikan oleh dokter, misalnya antibiotik harus dihabiskan sesuai petunjuk dokter. Untuk pereda nyeri luka dapat digunakan obat yang dijual bebas, seperti parasetamol (dapat diminum 3x sehari 1 tablet jika perlu) ataupun obat pereda nyeri yang diberikan oleh dokter.
  10. Luka tentu saja harus dipantau kemajuannya oleh dokter yang merawat ayah Sobat. Bawalah kontrol pada dokter setiap 3 hari atau sesuai petunjuk dokter untuk melihat kondisi luka, apakah langkah perawatan umum saja sudah cukup baik atau membutuhkan tindakan tambahan dari dokter yang merawat ayah Sobat.

Semoga saran ini membantu Sobat

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.