1 Jawaban Dokter

Staff 06/09/2015
Public

Malam Sobat,
Untuk mengetahui apa yang terbaik bagi seorang pasien, tidak cukup dengan melihat hasil darah saja, namun harus mengetahui riwayat lengkap pasien dan memeriksa pasien secara langsung — baru dapat menentukan kondisi penyakit dan penanganan apa yang terbaik.
Secara umum, jadwal makan harus teratur, sama seperti orang pada umumnya. Terdiri dari 3 makan besar (makan pagi, siang, malam) dan 2-3 makan kecil/cemilan. Makan besar dalam 1 piring disusun dengan jatah: 1/4 piring nasi (atau pengganti nasi seperti mie, kentang, dll), 1/4 piring lauk pauk (ikan, ayam, telur, daging, dll) dan 1/2 piring sayuran. Jika ayah sobat terbiasa makan dalam porsi besar dan sulit mengikuti jatah porsi tersebut, maka bisa dicoba bertahap, dengan mengurangi 1/4 porsi dari porsi biasanya (misalnya biasa makan nasi 2 piring sekarang dikurangi jadi satu tiga perempat piring). 
Cemilan yang lebih baik adalah yang berkalori rendah, misalnya buah yang tinggi serat (pepaya, pisang, apel, dll), roti gandum, dll.  
Secara umum tidak ada makanan yang dipantang, hanya jumlahnya harus dibatasi. Misalnya makanan berkalori tinggi, manis, atau berlemak tinggi hanya boleh dimakan dalam jumlah sedikit. Sedangkan makanan berkalori rendah (misalnya buah atau sayur) dapat dimakan dalam jumlah lebih banyak.
Untuk saran yang lebih akurat dan detail, ayah sobat perlu berkonsultasi langsung dengan dokter/dokter penyakit dalam. Jika diperlukan, dokter tersebut dapat meminta ayah sobat berkonsultasi dengan spesialis gizi,agar dapat didiskusikan pengaturan makan yang paling sesuai dengan kebutuhan ayah sobat. Semoga saran ini membantu sobat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.