Selamat siang, Sobat Eko. Cairan pada paru-paru memang normalnya tidak ditemukan. Perlu diketahui dulu penyakit yang mendasari terjadinya penumpukan cairan pada paru-paru ini. Penyakit yang bisa menyebabkan adanya cairan pada paru-paru bisa beragam, mulai dari infeksi paru-paru, gangguan fungsi jantung, gangguan fungsi ginjal, keganasan, hipoalbuminemia (kadar albumin dalam darah yang rendah), gangguan fungsi hati tahap akhir dan bahkan trauma dan penyakit autoimun. Menilik dari penjelasan Sobat, karena pemberian antibiotik ini maka besar kemungkinannya istri Sobat didiagnosa adanya cairan pada pleura (efusi pleura) disebabkan oleh penyakit infeksi. Lemas pada istri Sobat mungkin berkaitan dengan penyakit yang sedang dialami oleh istri Sobat. Salah satu gejala adanya cairan pada pleura adalah susah bernafas atau sesak, nyeri pada dada, demam dan bahkan menurunnya nafsu makan. Coba bujuk istri Sobat untuk tetap makan sekalipun nafsu makan berkurang. Karena dengan makan yang tetap terjaga tubuh istri Sobat bisa lebih baik lagi untuk melawan proses infeksi yang terjadi. Untuk tindakan pengobatan atau tindakan pengambilan cairan pada paru-paru, saran saya bila memang dirasakan gejala tidak membaik, sebaiknya Sobat kembali kepada dokter yang sedang merawat istri Sobat agar bisa dilakukan tindak lanjut. Cukup atau tidaknya antibiotik oral, semua itu dikembalikan kepada hasil diagnosa dokter yang merawat jadi bila memang dirasa tidak ada perubahan, Sobat sebaiknya membawa istri Sobat untuk kontrol kepada dokter yang merawat. Infeksi paru-paru memang bisa cukup lama pengobatannya, tergantung dari jenis kuman penyebab infeksi ini. Saran saya untuk mempercepat dan membuat istri Sobat nyaman, jauhkan istri Sobat dari asap rokok atau bila istri Sobat merokok, segeralah berhenti merokok. Semoga bisa membantu =]