Cara Cepat Hamil

Memiliki pertanyaan seputar cara cepat hamil? Sobat perlu tanyakan pada dokter agar langsung mendapat jawaban terpercaya. Tuliskan pertanyaan Sobat secara lengkap untuk membantu tim dokter TanyaDok menjawab dengan lebih baik. Atau baca dulu artikel terkait.

Tanya Dokter di Sini:

Artikel Terkait:

 

Target waktu kehamilan bagi setiap pasangan pastilah berbeda-beda. Ada pasangan yang ingin segera mempunyai anak, ada pula yang mungkin masih ingin menunda sebelum mempunyai anak. Baik bagi yang ingin segera maupun yang masih menunda dalam mempunyai anak, penting untuk mengetahui kapankah persentase tertinggi terjadinya kehamilan. Jadi bagi para Sobat yang berkeinginan untuk menggunakan kontrasepsi alami, yuk simak artikel di bawah ini!

Secara medis, waktu dengan persentase tertinggi untuk terjadinya kehamilan adalah saat masa ovulasi. Dengan demikian, apabila pasangan dapat mendeteksi masa ovulasi maka pengaturan waktu hubungan intim pun dapat dilakukan untuk meningkatkan persentase keberhasilan terjadinya kehamilan.

Selain itu perlu diingat bahwa dalam melakukan hubungan intim yang dapat membuahkan proses kehamilan sangat penting sekali peranan dari pria dan wanita untuk saling mengenal tubuh masing-masing. Tanda-tanda berikut meskipun tidak 100% akurat, namun dapat menjadi sinyal bahwa wanita sedang berovulasi.

  1. Perubahan cairan serviks (leher rahim) – Ketika wanita tidak berovulasi cairan serviks pekat atau tidak ada sama sekali (kondisi ini akan berbeda apabila sedang mengonsumsi obat penyubur). Saat mendekati masa ovulasi, cairan berubah menjadi lebih jernih, cair dan kenyal seperti putih telur. Ini sebagai pertanda bahwa wanita sedang ada pada masa subur.
  2.  Bergairah – Saat sedang ovulasi, wanita merasa lebih bergairah.
  3.  Perubahan temperatur tubuh – Body basal temperature (BBT), yaitu ketika tubuh sedang beristirahat, tidak sedang sakit namun terjadi peningkatan dari biasanya (sekitar 0,2oC). Peningkatan ini terjadi sebelum ovulasi dan meningkat sedikit sesudahnya. Untuk mengetahui perubahan temperatur ini maka perlu dilakukan pencatatan secara teratur.
  4. Payudara melunak – Masa ovulasi layaknya bersiap untuk kehamilan, sehingga hormon kehamilan menumpuk di masa ini. Dalam masa ini payudara akan terasa melunak.
  5. Sakit dan flek – Ketika sel telur dilepaskan dari folikel dapat menyebabkan kram di salah satu bagian bawah perut atau dikenal juga dengan istilah Mittelschmerz. Warna kemerahan cairan serviks juga dapat dijumpai pada celana dalam. Namun ini hanya dialami oleh 20 % wanita.
  6. Hasil positif pada alat test ovulasi – Ini terkait dengan meningkatnya hormon Lutein ketika sebelum ovulasi. Alat ini cukup mahal, namun keakuratannya pun bisa diandalkan. Selain itu dikenal pula Tes Ovulasi 6 jam. Cara kerja alat ini adalah dengan cara mendeteksi adanya Luteinizing Hormone (LH) atau hormon Lutein yang terdapat pada urin. Setelah ditemukan adanya LH yang tinggi pada urin, apabila menghendaki kehamilan maka sebaiknya melakukan hubungan intim dalam waktu 24-36 jam. Tingkat akurasi tes ini mencapai 95-98%. Tes ini dapat dilakukan pada waktu kapanpun terutama pada masa subur (masa ovulasi). Untuk mengetahui kapan dilakukan pengetesan maka sebaiknya dihitung sesuai dengan kalender ovulasi yang ada. Dihitung dari hari  pertama haid terakhir. Apabila siklus tidak teratur, maka perlu dilakukan pencatatan selama kurang lebih 3 bulan menstruasi untuk mendapatkan rata-ratanya.

ovulasi

Proses terjadinya kehamilan melibatkan dua individu yakni pria dan wanita. Maka selain memahami proses ovulasi pada seorang wanita, perlu juga mengetahui mengenai kondisi sperma normal pada pria. Dalam sekali hubungan intim, seorang pria rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta sel sperma. Dalam waktu 1 jam sejak dipancarkan, sebagian sel sperma sudah bisa sampai ke tempat pembuahan. Namun dari sekian juta sel sperma yang ada, ternyata hanya sebuah sel sperma yang lebih dahulu menyentuh sel telur. Selain itu, ternyata umur sperma lebih panjang daripada sel telur. Setelah dipancarkan, sel sperma mampu bertahan hidup di dalam alat kandungan istri selama 1 hari hingga 3 hari, tidak seperti sel telur matang yang hanya mampu hidup beberapa jam setelah ovulasi. Di dalam air mani itu terdapat 2 jenis sperma, yaitu sel sperma X sebagai pembawa sifat kelamin perempuan, dan sel sperma Y sebagai pembawa sifat kelamin laki-laki. Antara sperma jenis X dan Y memang ada perbedaan dalam hal kekuatannya, daya tahan hidupnya serta sifat kimianya. Sel sperma Y (jenis pria) sifatnya mampu bergerak cepat, sehingga akan lebih dulu sampai ke sel telur, namun usianya pendek sehingga lebih cepat mati. Sedangkan sperma X (jenis wanita) gerakannya lebih lambat tapi mampu bertahan hidup lebih lama di dalam alat kandungan istri. Hal ini penting untuk diketahui karena hubungan intim yang dilakukan 1-3 hari sebelum terjadinya ovulasi ternyata juga dapat membuahkan kehamilan.

Nah sekarang Sobat sudah tahu kan bagaimana memperkirakan masa subur Sobat atau istri Sobat? Bagi Sobat yang masih ingin menunda mendapatkan momongan, yuk mulai diatur waktu-waktu hubungan intimnya. Semoga berhasil!

Button Tanya Dokter 100x35