Perubahan iklim yang membuat cuaca tidak menentu bisa menyebabkan penyakit malaria dan demam berdarah meningkat. Berdasarkan penelitian World Health Organization (WHO) malaria dan demam berdarah (DBD) adalah penyakit yang berkaitan erat dengan curah hujan tinggi. Research Center Climate Change (RSCC) membuat peta kerentanan penyebaran DBD dan malaria. Hasilnya, wilayah Sumatera Barat dan Jawa Timur adalah perluasan wilayah yang rentan akan DBD dan malaria. Peningkatan penyakit tersebut berbanding lurus dengan peningkatan curah hujan. Dan, sekitar 14 warga Tuban, Jawa Timur tengah menerima perawatan di RSUD Dokter Koesma Tuban akibat dari wabah DBD yang menyerang selama sebulan terakhir. Tragisnya, seorang balita meninggal dunia akibat dari telatnya pertolongan medis. Tak hanya itu, kondisi fisik yang menurun, terutama pada anak-anak di bawah sepuluh tahun dan balita mempermudah penyebaran virus Dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti ini. Selalu jaga lingkungan untuk tetap bersih dan jalani pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Sobat! Sumber : detikhealth.commetrotvnews.com