Hampir separuh dari wanita diabetasi (penderita diabetes) Tipe 1 atau 2 di Amerika Serikat ternyata mengeluhkan kehidupan seks mereka. Hal ini sesuai yang dikemukakan oleh MicroMass Communications, sebuah perusahaan kesehatan. Studi menyebutkan bahwa diperlukannya edukasi dan dukungan yang lebih bagi para wanita untuk membangun kembali rasa percaya diri dan semangat mereka dalam menghadapi penyakit yang diidapnya, Andi Kravitz Weiss, seorang ahli kesehatan masyarakat, mengatakan, "Banyak wanita yang telah hidup dengan diabetesnya bertahun-tahun namun tidak memiliki pengetahuan yang cukup baik akan penyakitnya itu." Hal ini ditarik dari hasil penelitian bahwa 58% wanita tidak tahu bahwa siklus menstruasi juga dapat mempengaruhi glukosa darah. Dari 800 wanita yang digunakan sebagai sampel, 25% mengatakan mereka kehilangan spontanitas dalam libido. 22% mengatakan mereka tidak mampu mencapai orgasme. Berdasarkan studi MicroMass, sebuah hambatan bagi wanita diabetasi berkaitan dengan gaya hidup mereka. Hampir tiga dari empat wanita sulit mengatasi berat badan mereka, dan hampir setengah kesulitan dalam memilih makanan yang tepat. 50% wanita merasa sulit mengontrol glukosa darah dan satu dari tiga merasa kesulitan mengurus diri mereka. Kesulitan dalam mengatur gaya hidup ini ternyata berkaitan dengan kepercayaan diri masing-masing, termasuk kepercayaan diri dalam menggunakan obat-obatan, dan perubahan itu sendiri. Maka dari itu, diperlukan bantuan edukasi dan dukungan penuh dari profesional kesehatan seperti dokter dan tentunya dukungan keluarga atau orang terdekat mereka. Memotivasi para diabetasi dalam mengubah gaya hidup adalah hal yang sangat penting. Jadi bila Anda memiliki isteri atau keluarga diabetasi, terus dukung mereka agar mereka dapat hidup lebih sejahtera. Disarikan dari  MicroMass Communications, Inc