Jakarta, 8 Agustus 2015, acara Comprehensive Vaccinology yang ketujuh kembali hadir di Jakarta dan ditujukan bagi dokter dan praktisi kesehatan lainnya. Acara ini diselenggarakan oleh InHarmony Klinik, klinik yang mengkhususkan diri dalam bidang vaksinasi. Hal yang mendasari seminar dan pelatihan ini adalah konsep pencegahan penyakit melalui vaksinasi yang sejak lama menjadi pusat perhatian dunia dan terus menerus dikembangkan. [caption id="attachment_189282" align="aligncenter" width="376"]Seminar dan pelatihan Vaksin Seminar Vaksin[/caption] Beberapa pembicara hebat, seperti Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, KAI, FACP; dr. Dirga S. Rambe, M.Sc; Dr.dr.Hartono Gunardi, SpA; dr.Kristoforus HD, SpPD; dr. Meta Melvina dan Adli Bin Ali, MD, Dr. Paed dari Malaysia hadir untuk memberikan pengetahuan seputar vaksinasi. Prof.Dr.dr.Samsuridjal Djauzi yang merupakan profesor dan ahli imunologi RSCM Jakarta menjelaskan,”Vaksin sangat menguntungkan bagi manusia karena dapat menyelematkan hidup dan mencegah penularan penyakit berbahaya, seperti penyakit polio yang hanya bisa dicegah dengan vaksinasi.” Beliau menambahkan,”Vaksin influenza seharusnya seperti voucher pulsa, di setiap apotek atau klinik dokter menyediakan jasa vaksin ini.” Salah satu program vaksinasi yang diusulkan masuk dalam program Imunisasi Nasional adalah vaksin Demam Berdarah (DBD). Vaksin DBD telah dikembangkan di negara Brazil dan Malaysia dalam rangka pencegahan penyakit endemik. Adli Bin Ali, MD mengatakan,”Masalah demam berdarah tidak hanya terjadi di Malaysia, tetapi juga di Indonesia, sehingga vaksinasi DBD ini penting untuk pencegahan penyakit endemik yang terjadi setiap tahunnya.” “Vaksinasi diharapkan mampu mencegah dan menjadi langkah promotif penularan penyakit,”jelas dr.Kristoforus, SpPD, founder dan CEO InHarmony Klinik. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Hal tersebut sering kita dengar di masyarakat termasuk Presiden dan Menteri Kesehatan pun mengatakan demikian. Namun, pada kenyataannya, di Indonesia langkah mengobati penyakit lebih banyak diambil disbanding pencegahan penyakit itu sendiri. Sehingga dr.Kristo menghimbau agar para dokter dan tenaga kesehatan yang terlibat bisa mencegah penyakit melalui vaksinasi. Vaksinasi terbukti menjadi salah satu metode aman dan efektif untuk mencegah penyakit. Kontroversi haram dan tidaknya vaksinasi hingga vaksinasi menyebabkan autisme dibantah oleh dr. Dirga S. Rambe. Beliau menjelaskan,”Vaksin aman, halal dan tidak menyebabkan autisme. Vaksin juga terbukti efektif mampu mencegah penyakit hingga 90%.” Di akhir acara, dr. Kristo dan seluruh pembicara menekankan kembali pentingnya manfaat vaksinasi dan mengharapkan seluruh peserta seminar mampu mengedukasi pasien tentang vaksinasi.