Para peneliti vaksin malaria mengatakan bahwa penelitian ini sudah tampak membuahkan hasil. Hal ini diumumkan setelah dilakukan percobaan puluhan sukarelawan yang diberikan vaksin malaria oleh peneliti dari National Institutes of Health Amerika Serikat. Hasil percobaan ini dipublikaskan di jurnal Science pada awal bulan Agustus ini. Dari penelitian, 40 orang pada Oktober 2011 sampai Oktober 2012 diberikan vaksin dengan sampel parasit Plasmodium falciparum yang dilemahkan. Vaksin ini tampak aman dan dapat ditoleransi oleh tubuh sukarelawan. Vaksin diberikan melalui cara disuntik ke pembuluh darah atau intravena. Semua sukarelawan yang mendapat 5 kali suntikan, tidak jatuh sakit ketika terpapar parasit malaria. Dari 9 orang yang mendapat 4 dosis suntikan, 3 orang jatuh sakit. Kemudian dari 12 orang yang tidak mendapat vaksinasi, 11 orang jatuh sakit. Jadi sudah mulai tampak keefektifitasannya bukan? Walaupun demikian, masih ada beberapa tahapan penelitian lagi yang diperlukan agar vaksin ini benar-benar dapat disebarluaskan. Pengembangan vaksin ini tentu akan membantu jutaan orang di dunia yang terinfeksi dan 660.000 orang pada tahun 2010 yang nyawanya direnggut oleh parasit yang ditularkan dengan gigitan nyamuk ini. WHO sendiri memperkirakan lebih dari 2,5 juta kasus malaria di Indonesia pada tahun 2008 lalu. Disarikan dari CNN dan data dari "Iqbal R.F. Elyazar, Simon I. Hay, J. Kevin Baird. Malaria Distribution, Prevalence, Drug Resistance and Control in Indonesia. Adv Parasitol. Author manuscript; available in PMC 2011 April 13."