Tidak hanya pada saat bencana, namun peningkatan jumlah korban tewas juga perlu diwaspadai terus-menerus, salah satunya karena tetanus. Seorang bocah korban luka akibat tsunami, Marjan Samalausa, yang berusia 6 tahun meninggal dalam perawatan karena diserang tetanus setelah tsunami menerjang kampungnya di Dusun Sabeu Gunggung, Desa Betu Monga, Kecamatan Pagai Utara, Kepulauan Mentawai. Tim dokter telah berusaha mengatasi luka berat di bagian tangan, kaki dan patah tulang yang dialami Marjan. Korban bahkan ditempatkan di ruang khusus pada puskesmas yang ada di samping gereja GKPM dan terus diinfus serta mendapat bantuan pernafasan. Menurut dia, korban meninggal terkena infeksi dan tetanus pada luka-luka berat yang dialaminya di tangan dan kaki. Memang setelah terjadinya luka, yang paling perlu diwaspadai adalah terserang tetanus, termasuk pada luka kecil dan dalam sekalipun. Sumber: Metro TV