Hanya dengan satu kali suntikan, maka pasien hemofilia B dapat tidak perlu lagi terapi lainnya, demikian sebuah studi di Amerika Serikat dan Inggris. Inilah sebuah harapan yang disimpulkan dalam sebuah studi. Dalam studi tersebut terdapat enam pasien yang diberikan sebuah virus yang akan menginfeksi tubuh. Virus tersebut memiliki cetak biru yang dapat memproduksi protein pembeku darah. Hasilnya, empat orang dari pasien tersebut tampaknya dapat menghentikan terapi hemofilia mereka yang sudah mereka jalani sebelumnya. Penelitian ini adalah terapi gen, yang tampaknya sangat menjanjikan. Penderita hemofilia B memiliki galat atau error dalam kode genetikanya, yang mana membuat mereka tidak dapat memproduksi protein pembeku darah yang disebut faktor IX. Hal ini membuat mereka sulit mengalami pembekuan darah ketika mengalami luka. Hingga kini, terapi hemofilia B adalah injeksi faktor IX yang dilakukan beberapa kali per minggu yang harganya sangat mahal. Nah, bagaimana terapi gen dalam studi tersebut dilakukan? Peneliti mengambil virus yang dapat menginfeksi tubuh manusia tanpa memberi gejala, yaitu adenovirus. Adenovirus ini akan menginfeksi sel hati dengan membawa materi gen untuk produksi faktor IX. Gen ini akan menetap dalam sel-sel hati, sehingga memungkinkan sel hati memproduksi faktor IX secara mandiri. Hasil penelitian ini sudah dipublikasikan di New England Journal of Medicine. Sumber: BBC Health