Ilmuwan dari Koch Institute of Integrative Cancer Research menemukan pendekatan terbaru dalam mengembangkan terapi baru atasi demam berdarah dengue menggunakan antibodi yang termutasi. Menurut sebuah studi dari the International Research Consortium on Dengue Risk Assessment, Management and Surveillance, 390 juta orang terinfeksi virus dengue setiap tahunnya. Virus dengue ini menyebabkan demam dengue (demam, sakit kepala, sakit sendi) sampai ke demam berdarah dengue yang dapat menyebabkan kematian. Dalam penanganan virus dengue ini, memang tengah dikembangkan vaksin untuk melawan dengue namun masih menghadapi kendala dengan banyaknya jenis serotipe dari virus Dengue. Maka dari itu para peneliti mengembangkan penanganan berbasis antibodi untuk dapat mengatasi semua jenis serotipe virus tersebut. Pada virus Dengue, bagian yang berbahaya adalah protein pada bagian envelope atau tudung virus. Pada keadaan biasa, antibodi memiliki potensi yang rendah sehingga tidak bisa mengatasi virus secara sempurna yang justru membuat infeksi yang lebih berat. Maka dari itu tim dari peneliti mengembangkan antibodi khusus yang memang mengatasi dengan lebih baik dan bisa melingkupi semua serotipe. Dalam percobaan ini mengambil model antibodi yang disebut 4E11, yang dalam model hewani menunjukkan bahwa antibodi ini berhasil mengatasi keempat serotipe virus. Kini tim sedang mempersiapkan untuk percobaan praklinis sebelum dapat diujikan pada manusia pada dua sampai tiga tahun mendatang. Disarikan dari Medindia