Peneliti dari Chilean sedang mengembangkan sebuah vaksin yang dapat digunakan untuk mengatasi kecanduan alkohol.  Vaksin ini bekerja dengan cara menetralisir enzim yang digunakan untuk metabolisme alkohol, sehingga menghambat efek yang ditimbulkan alkohol. Telah dilansir bahwa tahun depan vaksin ini mulai diuji coba pada manusia. Enzim yang dihambat adalah aldehide dehidrogenase. Selain 'mencerna' alkohol, enzim ini mengambil peranan dalam menimbulkan toleransi terhadap alkohol. Dengan vaksin ini, keinginan untuk meminum alkohol akan menurun karena timbul reaksi mual, berdebar-debar, dan tidak enak setiap kali meminum alkohol. Peneliti telah sukses meneliti vaksin ini pada tikus yang kecanduan alkohol dan mendapati setengah dari mereka tidak mau mengkonsumsi alkohol lagi. Tahun ini peneliti berencana untuk meneliti dosis yang tepat bagi vaksin ini sebelum mulai diuji coba pada manusia. Di sisi lain, pada bulan Oktober 2010, peneliti US mengumumkan bahwa mereka telah menemukan suatu gen bernama CYP2EI. Gen ini dikatakan merupakan gen yang berperan dalam mengatasi kecanduan alkohol, sehingga sedang dikembangkan untuk dimanfaatkan sebagai alat pencegahan bagi kecanduan alkohol. Sumber :  http://www.medindia.net/news/Vaccine-to-Cure-Alcoholism-on-The-Anvil-79112-1.htm