Pastinya Anda sudah seringkali mendengar, berhenti merokok agar Anda lebih sehat. Tentu menurunkan risiko Anda terkena kanker paru. Namun, benarkah berhenti merokok akan membuat Anda makin bahagia? Atau bahkan akan membuat cemas dan stres karena sulit melupakan rasa candunya? Dalam suatu studi menurut Universitas Brown, para peneliti menelusuri apakah terjadi depresi pada orang yang berhenti merokok. Hasilnya mereka mendapatkan orang yang berhenti merokok merasakan kegembiraan karena mereka sukses melakukannya. Peneliti yang memublikasikan hasil mereka di jurnal Nicotine & Tobacco Research, merokomendasikan bahwa berhenti merokok merupakan salah satu langkah menguatkan mental, selain meningkatkan kesehatan secara fisis. Kahler, salah seorang tim peneliti, mengemukakan bahwa asumsi yang menyebutkan merokok adalah tindakan pencegahan stres, sehingga orang yang keluar malah akan terkena stres adalah hal yang sungguh keliru. Kahler percaya bahwa hasil penelitiannya ini akan juga berlaku bagi banyak orang. Jadi, bagi yang tengah dalam program penghentian merokok, Anda tengah berada di jalan yang benar. Disarikan dari Universitas Brown, AS, Gambar: Treehugger.com