Menurut Centres of Disease Control and Prevention (CDC), ada sekitar 385.000 kasus petugas kesehatan mengalami cedera akibat jarum setiap tahunnya di Amerika. Disisi lain, jarum membuat pasien tidak terlalu patuh terhadap perintah dokter. Para Ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) tengah mengembangkan suntikan tanpa jarum, yang membuat suntikan akan hanya terasa seperti gigitan nyamuk. Alat ini dapat menembakkan obat dengan tekanan tinggi, setara dengan kecepatan suara, melalui lubang yang sangat kecil. Tidak hanya untuk menyuntik, tapi juga bisa untuk menyedot kembali. Sebetulnya, suntikan tanpa jarum ini telah dikonsepkan sejak tahun 1860. Pada tahun 1950, militer Amerika Serikat mengembangkan suntikan ini untuk program vaksinasi masal. Saat ini, vaksinasi flu telah ada yang menggunakan teknologi ini. Akan tetapi, suntikan tanpa jarum kembangan MIT ini mempunyai ketepatan yang jauh lebih tinggi, sehingga dapat diatur jumlah dosis dan kedalamannya. Hal ini sangat berguna terutama untuk mengatur kedalaman suntikan pada kulit bayi, dimana lebih tipis dibandingkan dewasa. Saat ini para peneliti MIT tengah bereksperimen dengan alat tersebut untuk menyuntikkan obat ke mata atau telinga, sampai menyuntikkan obat berbentuk bubuk. Jika semua metode ini berhasil, maka kelak akan menulis lembaran baru sejarah dunia kedokteran. Berikut adalah video keterangan dari MIT News Office mengenai simulasi cara kerja alat suntik tersebut (dalam Bahasa Inggris): Sumber: Sydney Morning Herald, Mashable