Makanan yang digoreng biasa ditemukan pada camilan hingga makanan utama. Masyarakat banyak yang menggemari gorengan karena rasa gurih dan renyahnya, padahal jika dikonsumsi berlebihan ada risiko dibalik makanan tersebut, salah satunya adalah kolesterol tinggi.
    Makanan gorengan cenderung mengandung banyak lemak, kalori, dan garam. Sebab, makanan gorengan sering dimasak menggunakan minyak terhidrogenasi, yaitu mengandung asam lemak trans yang tinggi. Proses menggoreng, atau yang disebut dengan deep frying, menyebabkan makanan kehilangan air dan lebih banyak menyerap lemak, serta mengubah kualitas makanan dan membuat makanan tersebut menjadi lebih banyak kalori.
    Pembentukkan Asam Lemak Trans Saat Proses Menggoreng (Deep Frying)
    Kandungan asam lemak trans tertinggi pada makanan gorengan (ayam goreng tepung, telur goreng dan tempe mendoan), produk ruminansia (daging rawon, sop buntut dan beef burger keju), dan produk makanan jadi (menggunakan margarin atau minyak terhidrogenasi) seperti coklat, biscuit, dan croissant.
    Deep frying adalah proses menggoreng dengan cara merendam bahan makanan ke dalam minyak goreng pada suhu 163-1960celcius. Kerusakan minyak akibat proses penggorengan pada suhu tinggi akan merusak ikatan rangkap pada asam lemak tidak jenuh sehingga hanya tinggal asam lemak jenuh saja. Hal tersebut berisiko membuat kolesterol darah semakin tinggi.
    Pengaruh Asam Lemak Trans pada Peningkatan Kolesterol
    Konsumsi asam lemak trans berdampak pada peningkatan kadar kolesterol LDL (dikenal sebagai kolesterol buruk karena dapat menambah penumpukkan plak pada arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung) dan menurunkan kadar kolesterol HDL (dikenal sebagai kolesterol baik karena membantu dalam melindungi dari penyakit jantung). Kontribusi tertinggi asupan lemak trans total berasal dari makanan gorengan. Asam lemak trans juga dapat memicu penyempitan, penebalan, dan pengerasan dinding pembuluh darah serta menghambat aktivitas enzim pada metabolisme lemak.
    Beberapa cara untuk mengurangi risiko buruk konsumsi gorengan adalah dengan mengganti minyak trans atau minyak yang telah mengalami hidrogenasi dengan jenis minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, biji bunga matahari, atau minyak jagung, serta perlu diingat untuk menghindari penggunaan minyak secara berulang. Lebih disarankan untuk sekali pakai dalam menggoreng. Selain itu dapat juga dengan mengganti proses menggoreng dengan memanggang makanan menggunakan oven.
    Penulis: dr. Andini Junindri Melatiputri, MPH
Referensi:
  1. Sartika RAD. Pengaruh Asam Lemak Jenuh, TIdak Jenuh dan Asam Lemak Trans terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2008;2(4):154-160. Jurnalkesmas.ui.ac.id.
  2. de Roos NM, Bots ML, Katan MB. Replacement of Dietary Saturated Fatty Acids by Trans Fatty Acid Lowers Serum HDL Cholesterol and Impairs Endothelial Function in Healthy Men and Women. Arteriscler Thromb Vasc. Biol. 2001;21(7):1233-7.
  3. Elizabeth Shimer Bowers “Best and Worst Foods for People With High Cholesterol. Medically reviewed by Kelly Kennedy, RD. everydayhealth.com.
  4. Stephanie Watsons “How Bad for You Are Fried Foods?” webmd.com.