Kabar baik bagi perempuan yang suka cokelat: sering makan coklat dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk mendapatkan aterosklerosis, rawat inap di rumah sakit dan kematian dini akibat penyakit jantung atau gagal jantung. Penelitian ini dilaporkan dalam Archives of Internal Medicine, dimana peneliti dari University of Pennsylvania membandingkan efek dari makan cokelat bagi kesehatan jantung pada lebih dari 1.200 perempuan usia lanjut. Dengan menggunakan kuesioner peneliti melihat seberapa sering para wanita tersebut makan cokelat dan dengan menggunakan USG peneliti melihat apakah ada perubahan ketebalan arteri yang merupakan indikasi terjadinya aterosklerosis, suatu kondisi dimana arteri mengeras dan aliran darah menjadi terganggu. Pengkonsumsi cokelat dibagi menjadi tiga kelompok: kurang dari satu porsi per minggu, antara satu sampai enam porsi per minggu, dan tujuh atau lebih porsi per minggu atau coklat dimakan setiap hari. Satu porsi cokelat didefinisikan sebagai berat antara 25 sampai 50 gram dan mengandung kakao dengan berat antara 5% sampai 15%. Para peneliti menemukan bahwa terdapat kejadian aterosklerosis terkait dengan orang-orang yang makan coklat lebih tinggi pada mereka yang makan cokelat hanya seminggu sekali dan lebih rendah pada orang-orang yang makan cokelat tujuh kali atau lebih per minggu. Selain itu, para peneliti juga melakukan analisis sekunder pada orang-orang yang makan coklat kurang dari sekali seminggu dan orang-orang yang makan cokelat 1-6 kali per minggu. Mereka melihat catatan rumah sakit dan menemukan bahwa rawat inap dan kematian yang berhubungan dengan aterosklerosis lebih rendah di antara orang-orang yang makan cokelat 1-6 kali per minggu. Kelompok ini memiliki tingkat yang lebih rendah untuk penyakit jantung iskemik, gagal jantung, dan pembentukan plak aterosklerotik (penyumbatan lemak yang mengurangi aliran darah). Kakao yang ditemukan dalam cokelat kaya akan flavonoid yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Meskipun begitu para peneliti memperingatkan bahwa studi ini tidak mengevaluasi apakah ada hubungan sebab-akibat antara makan cokelat dan penyakit jantung, mereka hanya menduga bahwa makan cokelat secara teratur dapat membantu mencegah kejadian penyakit aterosklerosis yang membutuhkan rawat inap. Sumber : WebMD Health News. Love Chocolate? So Does Your Heart.