World Health Organization (WHO) mencatat terdapat 729 orang meninggal dunia hingga 31 Juli 2014 akibatkan terjangkit virus ebola. Sebanyak 57 kematian terjadi antara hari Kamis hingga Minggu pekan lalu di Guinea, Nigeria, dan Sierra Leone. Dari data yang diperoleh oleh WHO, sebanyak 122 kasus baru terdeteksi dalam empat hari. Dari data ini, jumlah total yang terkonfirmasi menjadi 1.323 kasus. WHO pun menyatakan bahwa tren penyakit ebola di tiga Negara tersebut tetap dan terus menular. Seperti yang sudah diketahui, Guinea merupakan Negara terburuk yang terserang virus yang mengakibatkan pendarahan dan belum memiliki vaksin untuk penyakit ini. Negara itu menyebutkan, setidaknya terdapat 20 kematian dalam empat hari pekan lalu. Oleh karena itu, total kematian di Negara Guinea berjumlah 339 kasus. Sedangkan di Nigeria melaporkan terdapat 27 kematian baru dengan jumlah korban tewas mencapai 156. Dan, Sierra Leone melaporkan ada 9 kematian baru dengan total korban 233. Ebola merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus ebola. Penyakit ini seringkali mengakibatkan kematian pada manusia dan ditemukan juga mematikan pada primata lainnya. Penyakit ini pertama kali dikenal pada tahun 1976 dan ditemukan di daerah sungai Ebola di Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo). Dari sungai inilah, nama ebola diambil. Virus ebola termasuk dalam famili virus RNA, filoviridae yang hingga kini dikenal dalam lima subtipe, yaitu Ebola-Zaire, Ebola-Sudan, Ebola-Ivory Coast (Pantai Gading), Ebola-Bundibugyo, dan Ebola-Reston. Yang disebutkan paling terakhir ditemukan pada primata non-manusia. Angka kematian penderita virus ebola sangat tinggi. Yang tertinggi adalah Ebola-Zaire, dengan angka kematian 89%. Sedangkan pada kasus Ebola-Sudan, angka kematiannya berkisar antara 41-65%. Menurut dugaan para ahli, penyebaran virus ebola ini kemungkinan pada penderita pertama yang terinfeksi setelah kontak dengan hewan yang sudah terinfeksi. Setelah dari manusia, virus dapat ditularkan dalam beberapa cara yaitu dengan kontak darah atau sekret (misal dahak, air ludah) dari penderita. Kontak dekat ini biasanya mudah menginfeksi orang-orang di sekitarnya seperti keluarga. Selain itu, jarum suntik juga dapat menjadi media penularan. Selain keluarga, penularan juga dapat terjadi kepada petugas kesehatan tempat pasien tersebut dirawat. Oleh karena itu, dalam penanganan kasus ini, petugas medis perlu mendapat alat perlindungan khusus, mulai dari masker, baju, sarung tangan khusus. Perlu diperhatikan, gejala seorang yang terserang virus ebola hampir mirip dengan demam berdarah dengue (DBD). Gejala muncul setelah masa antara masuknya virus hingga menunjukkan gejala (inkubasi) selama 2 sampai 21 hari. Gejalanya seperti demam, sakit kepala, sakit sendi dan otot, radang tenggorokan, letih, diare, muntah, nyeri perut, ruam kulit, mata merah dan pendarahan luar dan dalam. Sumber : Tempo.co