Tak jarang kita mendapat pasien anak dengan keluhan batuk dan diare. Hampir setiap hari tempat praktik kita pasti ada pasien anak yang datang berobat karena keluhan tersebut. Rekan sejawat Dokter juga pastinya sudah sangat fasih dalam menangani kedua keluhan ini. Tapi tahukah kamu, berdasarkan data tahun 2013, lebih dari 6000 anak meninggal akibat 2 penyakit ini! Dan dua penyebab utama kematian anak dan balita di Indonesia adalah INFEKSI SALURAN PERNAFASAN dan DIARE! Penyakit infeksi saluran pernafasan dan diare pada anak ternyata tidak semudah yang kita kira! Sudahkah kamu mengetahui update terbaru penatalaksanaan Diare dan Batuk Sesak pada Bayi dan Anak? Jangan sampai kamu tidak tahu perkembangan terbarunya dan pasien anakmu menjadi korban berikutnya! Problematika yang disebutkan di atas menjadi sorotan penting bagi para dokter spesialis anak sehingga acara KAYAKA ini dilaksanakan.¬†Acara yang berlangsung selama 2 hari, 26-27 April 2014 di Hotel Santika Premier Jakarta, yang juga dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Dirjen BUK, Prof. Akmal Taher berlangsung lancar dan semua peserta seminar yang adalah dokter umum dari se-Indonesia. Mereka tampak konsentrasi and antusias mendengarkan penjelasan update medis dari para pembicara seminar. Selain itu, dalam salam pembukaannya, Prof. Akmal Taher menyatakan bahwa dokter umumlah yang paling berjasa dalam menyehatkan bangsa Indonesia dan dokter umum patut dihargai dan dibina supaya kompetensi dan ketrampilan lapangannya semakin memadai. Pembinaan inilah yang menjadi tugas bagi para dokter spesialis melalui pengadaan seminar dan lokakarya. [caption id="attachment_26984" align="aligncenter" width="400"]Pembukaan Seminar KAYAKA Pembukaan Seminar Dokter KAYAKA oleh Prof. Akmal Taher, Dirjen BUK[/caption] Pentingnya seminar ini dibenarkan oleh dr. Rifan Fauzie, SpA selaku ketua panitia. "Seminar anak KAYAKA ini adalah menuju pelayanan kesehatan anak yang paripurna di tingkat pelayanan primer, jadi kita punya keinginan dari kami kelompok staf anak Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita punya keinginan untuk sharing karena kita tahu kadang-kadang setiap dokter yang praktek umum itu mereka juga punya banyak pasien anak sedangkan pendidikan dokter umum untuk spesialis anak itu hanya satu sampai tiga bulan, dalam pelaksanaa sehari-hari mereka menerima pasien anak." Dokter Rifan juga menambahkan kalau biasanya pasien anak memang harus dirujuk lebih lanjut karena masih ada beberapa kasus di mana pasien anak itu terlambat dalam ditangani pengobatannya sehingga mengalami kematian dan ada juga yang terdapat salah diagnosis dalam memberikan obat sehingga pasien anak mengalami overdosis. Seminar ini memang bermanfaat untuk memberikan wawasan bagi dokter yang berpraktek umum. "Pertama, kita berangkat dari visi dan misi rumah sakit anak dan bunda harapan kita untuk menjalankan peran akademi memberikan pendidikan medis kedokteran sesuai dengan bidang masing-masing ke kalangan internal maupun eksternal rumah sakit. Dalam rangka mengoptimalisasikan langkah kita untuk pengajian ke masyarakat,"katanya. Kedua, kita ingin supaya ilmu ini bisa terbagi supaya teman-teman sejawat dokter bisa punya nilai lebih dengan adanya seminar seperti ini. supaya nanti apa yang lupa bisa diingat, apa yang sudah dimengerti bisa lebih memahami dan yang tahu jadi lebih tahu. Sehingga tujuan utamanya untuk kepentingan pasien anak-anak bisa terwujud. Karena konsen dari pelayanan anak itu bukan hanya melakukan pengobatan hanya saat ia mengeluh, yang kita inginkan supaya nanti bisa lebih baik. "Contohnya, seorang anak mengalami demam, kita jangan hanya memikirkan demamnya saja tapi harus memikirkan aspek-aspek lainnya sehingga tumbuh kembangnya pasien (anak) dapat diperhatikan juga. Jadi kita ingin supaya timbul awareness yang harus disadarkan kembali ingatan bahwa pasien anak ya anak dan bukan dewasa,"ujarnya. Dokter spesialis anak ini juga mengatakan bahwa acara KAYAKA ini tidak hanya diadakan sekali saja, tapi KAYAKA akan melakukan roadshow ke daerah-daerah supaya bisa menjangkau lebih banyak lagi dokter umum yang berdomisili di luar dari Jabodetabek. Bravo bagi tim KAYAKA dan para dokter spesialis yang mendukung pembinaan dokter umum Indonesia. Semoga melalui KAYAKA para dokter umum semakin bertambah pengetahuannya dan semakin terampil dalam menangani kasus kesehatan anak di masyarakat agar tercipta peningkatan kualitas pada pelayanan kesehatan tingkat primer.   Diliput oleh: Gloria Safira - Jurnalis TanyaDok dan dr. Agnes Susanto