Sudah lama diketahui bahwa ada hubungan positif antara hidup beragama dengan kesejahteraan hidup. American Sociological Review baru-baru ini merilis hasil penelitiannya bahwa ternyata ada "resep rahasia" pada agama yang membuat orang lebih senang. Menurut Chaeyoon Lim, seorang asisten profesor sosiologi dari Universitas Wisconsin-Madison, menyebutkan bahwa, "Penelitian kami menghasilkan bahwa aspek sosial berperan lebih besar daripada teologi dan spiritualitas pada kesejahteran hidup." Tentunya hal ini tidak mengenyampingkan aspek teologi dan spiritualitas. Lim menambahkan bahwa kesetiakawanan yang dibangun dari kelompok-kelompok agama. Kalau di Indonesia bisa disamakan seperti kelompok mengaji atau kelompok doa lingkungan. Menurut studi tersebut, 33% orang yang teratur mengikuti pelayanan religius (di Indonesia seperti shalat Jumat atau misa Minggu) dan memiliki tiga hingga lima sahabat dekat pada kelompok itu merasakan "sangat puas" pada hidup mereka. Pembandingnya hanya 19% yang teratur mengikuti pelayanan religius tanpa sahabat dekat yang sangat puas. Selain ke tempat ibadah, maka jangan segan untuk mengikuti kelompok-kelompok ibadah yang ada di lingkungan Anda, agar Anda pun semakin bahagia dan sejahtera. Disarikan dari American Sociological Association