Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pasien kanker prostat yang menjalani terapi radiasi mungkin meningkatkan risiko patah tulang pinggul mereka. Namun demikian, masih ada cara-cara untuk memperkuat tulang-tulang mereka setelah perawatan. Dokter sudah mengetahui bahwa pengobatan dengan terapi supresi androgen dapat melemahkan tulang pada pria. Dan ternyata terapi radiasi tampaknya dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul pada wanita. Untuk menyelidiki risikonya pada pria, peneliti menganalisis catatan medis pada lebih dari 166.000 penderita kanker prostat berusia 66 tahun atau lebih dan membandingkan risiko patah tulang panggul (yang terjadi di daerah yang terkena radiasi) dengan fraktur pergelangan tangan (daerah tubuh yang tidak dipengaruhi oleh radiasi). Setelah menyusun data mereka sehingga faktor-faktor seperti ras dan umur tidak akan mengacaukan hasil, para peneliti menemukan bahwa terapi radiasi meningkatkan risiko patah tulang pinggul sebesar sebesar 58 persen, tetapi tidak meningkatkan risiko patah tulang pergelangan tangan. "Menjaga kesehatan tulang merupakan bagian penting dari merawat pasien kanker prostat," terutama yang diterapi dengan supresan androgen, ujar Dr. Jeff Holzbeierlein, juru bicara American Urological Association. "Data ini menunjukkan bahwa kita perlu mempertimbangkan untuk mengambil tindakan yang sama pada pasien yang menerima terapi radiasi." Sumber: American Urological Association, press release, May 30, 2010