Beberapa orang kadang sering “lemot” (lemah otak) atau lamban berpikir. Coba perhatikan, apakah lemak perutnya cukup tebal? Sebuah penelitian di Universitas Pittsburgh tahun 2009 oleh dr. Sudha Seshadri mengemukakan hal ini. Ia meneliti dengan melakukan tes memori terhadap orang dewasa paruh baya yang gemuk dan kkurang beraktivitas. Ternyata mereka yang memiliki lemak perut akan mengalami penyusutan otak, serta memiliki tingkat sensitivitas insulin yang buruk, sehingga fungsi otaknya menjadi lebih lambat. Mereka jadi tidak bisa berpikir dengan cepat atau “lemot”. Hal ini dikarenakan, otak orang yang kelebihan berat badan mengalami penyusutan sebesar 4% dan yang obesitas akan mengalami penyusutan otak lebih tinggi, yaitu 8%. Semakin besar jumlah lemak dalam tubuh yang dimiliki seseorang akan membuat otaknya lebuh kecil. Volume otak yang kecil ini berhubungan dengan menurunnya fungsi kognitif seseorang. Padahal sebelumnya, lemak perut dikhawatirkan akan meningkatkan risiko serangan jantung, diabetes, stroke, pikun (demensia), dan kanker. Sekarang jadi bertambah menjadi membuat otak lambat berpikir.  Hal ini dikarenakan lemak perut berhubungan dengan kolesterol, insulin, trigliserida, dan tekanan darah menjadi tinggi. Sumber: WebMD, 14 November 2010