Diare merupakan salah satu penyebab kematian bagi anak-anak di Indonesia dimana mencapai angka mortalitas sebesar 25%. Dengan pencegahan dan penanganan yang tepat tentunya diharapkan dapat menurunkan angka kematian tersebut. Baru-baru ini dr. Rina Augustina dari Divisi Gastroenterologi Anak, Departemen Kesehatan Anak Universitas Indonesia, mempublikasi hasil penelitiannya terhadap 494 anak berusia 1-6 tahun selama 6 bulan antara tahun 2007-2008 di jurnal Pediatrics. Dari hasil penelitian tersebut, pemberian probiotik  Lactobacillus reuteri dan susu kalsium reguler, dapat menurunkan insiden terjadinya diare sebesar 32% dibandingkan dengan anak yang mendapat placebo dan susu kalsium reguler saja. Namun dengan probiotik Lactobacillus casei, tidak ditemukan efek terhadap pencegahan diare. Dalam penelitian ini, peneliti memakai strain probiotik yang spesifik yakni  L reuteri DSM17938 dan  L casei CRL431. Semoga dengan penelitian ini, pencegahan diare dapat terus dikembangkan di Indonesia.   Sumber: www.medscape.com