Kabar terbaru datang dari sebuah penelitian yang dipresentasikan pada Kongres Kardiologi Asia Pasifik-Asian Pacific Society of Cardiology Congress 2015 yang menyatakan bahwa praktek poligami pada laki-laki dapat meningkatkan resiko penyakit jantung empat kali lebih besar dibandingkan dengan laki-laki yang tidak melakukan poligami. Salah seorang peneliti, Amin Daoulah, menjelaskan bahwa penelitian ini diambil pada 687 laki-laki yang mempunyai riwayat penyakit pada arteri koronaria. Sebanyak sepertiga laki-laki yang menjadi subjek penelitian memiliki lebih dari dua orang istri. Laki-laki tersebut cenderung lebih tua, memiliki penghasilan yang lebih besar dan juga memiliki riwayat operasi bypass¬†arteri koronaria. Dari data tersebut ditemukan hubungan antara penyakit arteri koronaria dan praktek poligami pada laki-laki. Laki-laki yang melakukan praktek poligami memiliki resiko penyakit arteri koronaria 4,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang tidak melakukan praktek poligami. Daoulah menambahkan,"Peningkatan resiko penyakit jantung pada laki-laki disebabkan karena masalah keuangan dan emosional." Dalam praktek poligami dalam rumah tangga, pembagian kesejahteraan terhadap istri harus dilakukan secara adil dan merata. Namun, para ahli masih membutuhkan penelitian lanjut untuk mengetahui lebih mendalam hubungan sebab akibat poligami dan penyakit jantung.   Dikutip dari Univadis.co.id