Sebuah studi di Finlandia meneliti hampir 6.000 anak-anak di Negara mereka untuk mengetahui hubungan antara bulan kelahiran dengan risiko terkena alergi. Ternyata mereka yang lahir di awal musim semi cenderung lebih sering terkena alergi. Hasil lengkap dari penelitian ini adalah sebagai berikut: -          11% anak yang lahir sekitar bulan April dan Mei memiliki alergi makanan -          9,5% anak yang lahir sekitar bulan Oktober dan November memiliki alergi makanan -          6% anak yang lahir sekitar bulan Desember dan Januari memiliki alergi makanan -          5% anak yang lahir sekitar bulan Juni dan Juli memiliki alergi makanan Alergi makanan yang ditemukan di sini biasa berupa alergi susu atau telur.                    Hal ini diperkirakan disebabkan karena pada musim semi, konsentrasi zat alergen (pollen) meningkat. Sebaliknya, paparan terhadap sinar matahari untuk pembentukan vitamin D yang menyehatkan lebih banyak pada musim panas (sekitar bulan Juni-Juli). Namun hasil penelitian ini tentunya belum dapat digunakan secara umum karena setiap negara memiliki cuaca, iklim, dan lingkungan yang berbeda-beda. Angka kejadiannya pun tidak terlalu berbeda secara signifikan. Jadi tidak perlu khawatir dahulu bila harus melahirkan selain di musim panas, asal perawatan yang dilakukan baik. Sumber: HealthDay